<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Titi Sjuman: Dua-duanya Enak!</title><description>Akibat kesukaannya kepada dua hal inilah Titi menjadi  artis langganan yang diganjar Gelar Terpuji oleh Festival Film Bandung  (FFB). Lalu apa dua hal itu, Ti?</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/05/07/206/454456/titi-sjuman-dua-duanya-enak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/05/07/206/454456/titi-sjuman-dua-duanya-enak"/><item><title>Titi Sjuman: Dua-duanya Enak!</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/05/07/206/454456/titi-sjuman-dua-duanya-enak</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/05/07/206/454456/titi-sjuman-dua-duanya-enak</guid><pubDate>Sabtu 07 Mei 2011 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/07/206/454456/00KiwtTtZU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Titi Sjuman dan Wong Aksan (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/07/206/454456/00KiwtTtZU.jpg</image><title>Titi Sjuman dan Wong Aksan (Foto: Koran SI)</title></images><description>BANDUNG - Akibat kesukaannya kepada dua hal inilah Titi menjadi  artis langganan yang diganjar Gelar Terpuji oleh Festival Film Bandung  (FFB). Lalu apa dua hal itu, Ti?  &amp;ldquo;Musik dan film,&amp;rdquo; jawab perempuan yang jago ngedrum ini, usai menerima  gelar Pemeran Pembantu Wanita Terpuji pada FFB 2011 di Horison Bandung,  Jawa Barat, Jumat (6/5/2011)Titi berhasil menyingkirkan para nominasi Pemeran Pembantu Wanita  Terpuji lewat film yang dibintanginya yang berjudul Minggu Pagi di  Victoria Park (Plc (K)) produksi Lock Productions.   Titi bercerita, film ini mengisahkan tenaga kerja wanita (TKW) di luar  negeri, di Hongkhong. Dalam film Plc (K), para TKW mengalami situasi  yang menyenangkan. Nasibnya sangat berbeda dengan realitas yang dialami  TKW yang kerja di negara-negara Timur Tengah dan Malaysia yang selalu  dirundung duka.   &amp;ldquo;Film ini memang terinspirasi TKW di Honkong. Kehidupan di sana  tenteram, gajinya besar, dan hampir tidak mengalami kekerasan. TKW juga  diberi kebebasan oleh majikannya,&amp;rdquo; tutur Titi. Selain itu, TKW di sana  juga tidak dianggap sebagai pembantu. Mereka dipandang setara, makan  satu meja dengan majikan. Fasilitas pribadi TKW juga dijamin.  Disinggung soal raihan Gelar Terpuji FFB yang selalu dimenanginya, Titi  mengaku sangat bersyukur. Baginya, Gelar Terpuji di FFB 2011 merupakan  gelar yang ketiga. Di FFB dua tahun lalu dia berhasil meraih Penata  Musik Terpuji untuk film Laskar Pelangi, dan tahun gelar yang sama juga  diraihnya lewat film Sang Pemimpi.  &amp;ldquo;Kedepan aku tetap fokus ke musik dan film,&amp;rdquo; terangnya. Proyek terdekat  yang kini tengah digarap oleh istri dari Wong Aksan, ini, adalah film Serdadu Kumbang yang akan segera rilis  Juni 2011. Jika harus memilih, apakah Titi lebih suka musik atau film?  &amp;ldquo;Dua-duannya menyenangkan, enak,&amp;rdquo; ucapnya santai.(tom) </description><content:encoded>BANDUNG - Akibat kesukaannya kepada dua hal inilah Titi menjadi  artis langganan yang diganjar Gelar Terpuji oleh Festival Film Bandung  (FFB). Lalu apa dua hal itu, Ti?  &amp;ldquo;Musik dan film,&amp;rdquo; jawab perempuan yang jago ngedrum ini, usai menerima  gelar Pemeran Pembantu Wanita Terpuji pada FFB 2011 di Horison Bandung,  Jawa Barat, Jumat (6/5/2011)Titi berhasil menyingkirkan para nominasi Pemeran Pembantu Wanita  Terpuji lewat film yang dibintanginya yang berjudul Minggu Pagi di  Victoria Park (Plc (K)) produksi Lock Productions.   Titi bercerita, film ini mengisahkan tenaga kerja wanita (TKW) di luar  negeri, di Hongkhong. Dalam film Plc (K), para TKW mengalami situasi  yang menyenangkan. Nasibnya sangat berbeda dengan realitas yang dialami  TKW yang kerja di negara-negara Timur Tengah dan Malaysia yang selalu  dirundung duka.   &amp;ldquo;Film ini memang terinspirasi TKW di Honkong. Kehidupan di sana  tenteram, gajinya besar, dan hampir tidak mengalami kekerasan. TKW juga  diberi kebebasan oleh majikannya,&amp;rdquo; tutur Titi. Selain itu, TKW di sana  juga tidak dianggap sebagai pembantu. Mereka dipandang setara, makan  satu meja dengan majikan. Fasilitas pribadi TKW juga dijamin.  Disinggung soal raihan Gelar Terpuji FFB yang selalu dimenanginya, Titi  mengaku sangat bersyukur. Baginya, Gelar Terpuji di FFB 2011 merupakan  gelar yang ketiga. Di FFB dua tahun lalu dia berhasil meraih Penata  Musik Terpuji untuk film Laskar Pelangi, dan tahun gelar yang sama juga  diraihnya lewat film Sang Pemimpi.  &amp;ldquo;Kedepan aku tetap fokus ke musik dan film,&amp;rdquo; terangnya. Proyek terdekat  yang kini tengah digarap oleh istri dari Wong Aksan, ini, adalah film Serdadu Kumbang yang akan segera rilis  Juni 2011. Jika harus memilih, apakah Titi lebih suka musik atau film?  &amp;ldquo;Dua-duannya menyenangkan, enak,&amp;rdquo; ucapnya santai.(tom) </content:encoded></item></channel></rss>
