<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diprotes FPI, Film '13 Cara Memanggil Setan' Malah Laris</title><description>Kendati mendapat protes dari Front Pembela Islam (FPI), film 13 Cara  Memanggil Setan tetap diminati. Saat ini, film yang diproduseri Ki  Kusumo itu mengklaim sudah meraih 700 ribu penonton.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/23/206/449193/diprotes-fpi-film-13-cara-memanggil-setan-malah-laris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/23/206/449193/diprotes-fpi-film-13-cara-memanggil-setan-malah-laris"/><item><title>Diprotes FPI, Film '13 Cara Memanggil Setan' Malah Laris</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/23/206/449193/diprotes-fpi-film-13-cara-memanggil-setan-malah-laris</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/23/206/449193/diprotes-fpi-film-13-cara-memanggil-setan-malah-laris</guid><pubDate>Sabtu 23 April 2011 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/23/206/449193/7QB0nEfWzW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ki Kusumo (Foto: Elang Riki Yanuar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/23/206/449193/7QB0nEfWzW.jpg</image><title>Ki Kusumo (Foto: Elang Riki Yanuar/Okezone)</title></images><description>BEKASI - Kendati mendapat protes dari Front Pembela Islam (FPI), film 13 Cara Memanggil Setan tetap diminati. Saat ini, film yang diproduseri Ki Kusumo itu mengklaim sudah meraih 700 ribu penonton.&quot;Sejak tayang perdana 7 April lalu, film 13 Cara Memanggil Setan sudah meraih hampir 700 ribu penonton. Angka ini kami dapat dari hasil pemutaran sampai hari ke-12 di 56 bioskop yang tersebar di 18 kota besar di Indonesia,&quot; kata Ki Kusumo di kantornya di kawasan Bekasi, Sabtu (23/4/2011).Menurut produser yang juga paranormal itu, pencapaian filmnya terbilang sukses. Karena itulah dia yakin film garapannya tersebut bakal menembus lebih dari satu juta penonton dalam waktu dekat.&quot;Saya melihat animo masyarakat terhadap film horor yang diangkat dari kisah nyata lumayan tinggi. Apalagi, cara-cara memanggil setan yang ada di Film 13 Cara Memanggil Setan dipaparkan secara gamblang,&quot; tandasnya. Dengan pencapaian itu, lanjutnya, aksi penolakan FPI tidak berdampak apa-apa terhadap filmnya. Karena bagi Ki Kusumo, seburuk apapun film biar masyarakat sendiri yang menilai. &quot;Ini bukti kalau film ini tetap memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat pecinta film horor Tanah Air. Masyarakat kita sekarang lebih jeli, memilih mana film yang layak ditonton sebagai hiburan sekaligus penambah wawasan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>BEKASI - Kendati mendapat protes dari Front Pembela Islam (FPI), film 13 Cara Memanggil Setan tetap diminati. Saat ini, film yang diproduseri Ki Kusumo itu mengklaim sudah meraih 700 ribu penonton.&quot;Sejak tayang perdana 7 April lalu, film 13 Cara Memanggil Setan sudah meraih hampir 700 ribu penonton. Angka ini kami dapat dari hasil pemutaran sampai hari ke-12 di 56 bioskop yang tersebar di 18 kota besar di Indonesia,&quot; kata Ki Kusumo di kantornya di kawasan Bekasi, Sabtu (23/4/2011).Menurut produser yang juga paranormal itu, pencapaian filmnya terbilang sukses. Karena itulah dia yakin film garapannya tersebut bakal menembus lebih dari satu juta penonton dalam waktu dekat.&quot;Saya melihat animo masyarakat terhadap film horor yang diangkat dari kisah nyata lumayan tinggi. Apalagi, cara-cara memanggil setan yang ada di Film 13 Cara Memanggil Setan dipaparkan secara gamblang,&quot; tandasnya. Dengan pencapaian itu, lanjutnya, aksi penolakan FPI tidak berdampak apa-apa terhadap filmnya. Karena bagi Ki Kusumo, seburuk apapun film biar masyarakat sendiri yang menilai. &quot;Ini bukti kalau film ini tetap memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat pecinta film horor Tanah Air. Masyarakat kita sekarang lebih jeli, memilih mana film yang layak ditonton sebagai hiburan sekaligus penambah wawasan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
