<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Franky: Kenapa sih Pluralisme Dijauhkan!</title><description>Semasa hidupnya, Franky Sahilatua sempat bertanya pada sahabatnya,  Al-Zastrow, soal pluralisme yang justru jadi akar kehancuran peradaban  manusia.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/21/386/448490/franky-kenapa-sih-pluralisme-dijauhkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/21/386/448490/franky-kenapa-sih-pluralisme-dijauhkan"/><item><title>Franky: Kenapa sih Pluralisme Dijauhkan!</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/21/386/448490/franky-kenapa-sih-pluralisme-dijauhkan</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/21/386/448490/franky-kenapa-sih-pluralisme-dijauhkan</guid><pubDate>Kamis 21 April 2011 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/21/386/448490/qAheYt5W8L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Franky Sahilatua (Foto: Tomi Tresnady/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/21/386/448490/qAheYt5W8L.jpg</image><title>Franky Sahilatua (Foto: Tomi Tresnady/okezone)</title></images><description>JAKARTA- Semasa hidupnya, Franky Sahilatua sempat bertanya pada sahabatnya, Al-Zastrow, soal pluralisme yang justru jadi akar kehancuran peradaban manusia.&amp;ldquo;Franky pernah bertanya pada saya,&amp;rsquo;kenapa sih pluralisme itu dijauhkan? Lalu saya jawab, kita seharusnya memang tidak merubah mawar jadi melati, tapi membiarkan kedua bunga itu tumbuh bersama, jadi menimbulkan keindahan,&amp;rdquo; tutur Al-Zastrow yang juga mantan asisten pribadi Gus Dur, saat melayat ke rumah kediaman Franky di bilangan Bintaro kepada Okezone, Rabu (20/4/2011) malam.Dengan landasan tersebut, Franky meluapkan gagasan hidup damai melalui kritik dengan bait demi bait kata-kata yang ditulisnya, lalu dikemas dalam lagu ballad yang memang jadi ciri khasnya. Al-Zastro menuturkan, judul lagu hasil buah tangan Franky diantaranya; Anak Tiri Republik, Pangan dan Sirkus, Taman Sari Indonesia, dan Kemiskinan.Lagu-lagu yang disebutkan tadi dibuat Franky setelah pulang dari Singapura, dan dibuat saat kesehatan Franky menurun drastis, ditulisnya saat berbaring di tempat tidur.&amp;ldquo;Untuk lagu yang sarat kritik realita sosial, seperti pangan mahal, kesuburan, lagu Pangan dan Sirkus mengibaratkan pemerintah seperti sirkus karena terkesan kebijakan kadang dibuat-buat gak sesuai dengan kenyataan,&amp;rdquo; lanjutnya.(tom)</description><content:encoded>JAKARTA- Semasa hidupnya, Franky Sahilatua sempat bertanya pada sahabatnya, Al-Zastrow, soal pluralisme yang justru jadi akar kehancuran peradaban manusia.&amp;ldquo;Franky pernah bertanya pada saya,&amp;rsquo;kenapa sih pluralisme itu dijauhkan? Lalu saya jawab, kita seharusnya memang tidak merubah mawar jadi melati, tapi membiarkan kedua bunga itu tumbuh bersama, jadi menimbulkan keindahan,&amp;rdquo; tutur Al-Zastrow yang juga mantan asisten pribadi Gus Dur, saat melayat ke rumah kediaman Franky di bilangan Bintaro kepada Okezone, Rabu (20/4/2011) malam.Dengan landasan tersebut, Franky meluapkan gagasan hidup damai melalui kritik dengan bait demi bait kata-kata yang ditulisnya, lalu dikemas dalam lagu ballad yang memang jadi ciri khasnya. Al-Zastro menuturkan, judul lagu hasil buah tangan Franky diantaranya; Anak Tiri Republik, Pangan dan Sirkus, Taman Sari Indonesia, dan Kemiskinan.Lagu-lagu yang disebutkan tadi dibuat Franky setelah pulang dari Singapura, dan dibuat saat kesehatan Franky menurun drastis, ditulisnya saat berbaring di tempat tidur.&amp;ldquo;Untuk lagu yang sarat kritik realita sosial, seperti pangan mahal, kesuburan, lagu Pangan dan Sirkus mengibaratkan pemerintah seperti sirkus karena terkesan kebijakan kadang dibuat-buat gak sesuai dengan kenyataan,&amp;rdquo; lanjutnya.(tom)</content:encoded></item></channel></rss>
