<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Film '?' Salah Tafsir tentang Banser</title><description>Film karya Hanung Bramantyo berjudul ? (baca: Tanda Tanya), dinilai salah menafsirkan tentang organisasi pemuda milik Nahdlatul Ulama (NU). Ketua PP GP Ansor, Nusron Wahid pun mengklarifikasi hal ini.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/08/206/443912/film-salah-tafsir-tentang-banser</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/08/206/443912/film-salah-tafsir-tentang-banser"/><item><title>Film '?' Salah Tafsir tentang Banser</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/08/206/443912/film-salah-tafsir-tentang-banser</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/04/08/206/443912/film-salah-tafsir-tentang-banser</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2011 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Mahfiroh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/04/08/206/443912/d67tV1nmAH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nusron Wahid. (Foto: Yusuf Wibisono/Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/04/08/206/443912/d67tV1nmAH.jpg</image><title>Nusron Wahid. (Foto: Yusuf Wibisono/Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Film karya Hanung Bramantyo berjudul ? (baca: Tanda Tanya), dinilai salah menafsirkan tentang organisasi pemuda milik Nahdlatul Ulama (NU). Ketua PP GP Ansor, Nusron Wahid pun mengklarifikasi hal ini.&amp;ldquo;Saya mempunyai dua catatan bahwa ada sedikit kecelakaan adegan, jadi multitafsir. Bahwa menjadi Banser itu adalah pengabdian, bukan pekerjaan,&amp;rdquo; papar Nusron Wahid, saat menggelar jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (7/4/2011).Kecelakaan penafsiran tugas Barisan Ansor Serba Guna (Banser) inilah yang dikritisi oleh Nusron sebagai belum sempurnanya Hanung dalam mendalami sebuah organisasi massa.&amp;ldquo;Tapi ini menjadi sebuah teks. Ini menunjukkan belum sempurnanya dan belum totalitasnya saudara Hanung,&amp;rdquo; paparnya.Dalam film ?, karakter Soleh yang diperankan Reza Rahardian diceritakan diangkat menjadi anggota Banser. Soleh menjadi provokator untuk membakar rumah makan milik Ping Hen yang diperankan Rio Dewanto.&amp;ldquo;Kalau jadi Banser, bukan hanya seragam. Tapi Banser enggak bisa melakukan itu (menjadi provokator),&amp;rdquo; terang Nusron.Kendati demikian, Banser Surabaya yang pertama kali mengkritisi film ini telah mengingatkan seluruh anggota Banser agar tidak anarkis menanggapi penayangan film ?.Penulis skenario Titien Wattimena meracik cerita dari peristiwa-peristiwa aktual dalam satu dekade terakhir. Mereka mengumpulkan kepingan-kepingan peristiwa pemboman Gereja, perusakan harta milik orang lain, kerusuhan antaretnis, dan lain-lain.Peristiwa aktual ini kemudian dipadupadankan dengan fiksi melalui masalah-masalah pribadi setiap karakter yang ada di dalam film. Film tersebut dibintangi Hengky Soelaiman, Rio Dewanto, Reza Rahardian, Revalina S Temat, Endhita, dan Agus Kuncoro.</description><content:encoded>JAKARTA - Film karya Hanung Bramantyo berjudul ? (baca: Tanda Tanya), dinilai salah menafsirkan tentang organisasi pemuda milik Nahdlatul Ulama (NU). Ketua PP GP Ansor, Nusron Wahid pun mengklarifikasi hal ini.&amp;ldquo;Saya mempunyai dua catatan bahwa ada sedikit kecelakaan adegan, jadi multitafsir. Bahwa menjadi Banser itu adalah pengabdian, bukan pekerjaan,&amp;rdquo; papar Nusron Wahid, saat menggelar jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (7/4/2011).Kecelakaan penafsiran tugas Barisan Ansor Serba Guna (Banser) inilah yang dikritisi oleh Nusron sebagai belum sempurnanya Hanung dalam mendalami sebuah organisasi massa.&amp;ldquo;Tapi ini menjadi sebuah teks. Ini menunjukkan belum sempurnanya dan belum totalitasnya saudara Hanung,&amp;rdquo; paparnya.Dalam film ?, karakter Soleh yang diperankan Reza Rahardian diceritakan diangkat menjadi anggota Banser. Soleh menjadi provokator untuk membakar rumah makan milik Ping Hen yang diperankan Rio Dewanto.&amp;ldquo;Kalau jadi Banser, bukan hanya seragam. Tapi Banser enggak bisa melakukan itu (menjadi provokator),&amp;rdquo; terang Nusron.Kendati demikian, Banser Surabaya yang pertama kali mengkritisi film ini telah mengingatkan seluruh anggota Banser agar tidak anarkis menanggapi penayangan film ?.Penulis skenario Titien Wattimena meracik cerita dari peristiwa-peristiwa aktual dalam satu dekade terakhir. Mereka mengumpulkan kepingan-kepingan peristiwa pemboman Gereja, perusakan harta milik orang lain, kerusuhan antaretnis, dan lain-lain.Peristiwa aktual ini kemudian dipadupadankan dengan fiksi melalui masalah-masalah pribadi setiap karakter yang ada di dalam film. Film tersebut dibintangi Hengky Soelaiman, Rio Dewanto, Reza Rahardian, Revalina S Temat, Endhita, dan Agus Kuncoro.</content:encoded></item></channel></rss>
