<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Malu Menyambi Kerja Jadi Satpam</title><description>Sebelum duduk di kursi Wakil Pemimpin Redaksi RCTI,  Putra Nababan melalui proses panjang dan berliku. Sambil mengenyam  pendidikan di Amerika Serikat, Putra menyambi kerja menjadi petugas satpam.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/03/22/33/437553/tak-malu-menyambi-kerja-jadi-satpam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/03/22/33/437553/tak-malu-menyambi-kerja-jadi-satpam"/><item><title>Tak Malu Menyambi Kerja Jadi Satpam</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/03/22/33/437553/tak-malu-menyambi-kerja-jadi-satpam</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/03/22/33/437553/tak-malu-menyambi-kerja-jadi-satpam</guid><pubDate>Selasa 22 Maret 2011 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Mahfiroh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/22/33/437553/mdNfkee88Z.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Putra Nababan mewawancarai Barack Obama (Foto:Dok.Pribadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/22/33/437553/mdNfkee88Z.JPG</image><title>Putra Nababan mewawancarai Barack Obama (Foto:Dok.Pribadi)</title></images><description>JAKARTA - Sebelum duduk di kursi Wakil Pemimpin Redaksi RCTI,  Putra Nababan melalui proses panjang dan berliku. Sambil mengenyam  pendidikan di Amerika Serikat, Putra menyambi kerja menjadi petugas  satuan pengamanan (satpam).  Anak dari Panda Nababan ini menempuh pendidikan di Midland Lutheran  College, Fremont, Nebraska. Putra memutuskan bekerja sambil kuliah  ketika memasuki tahun kedua.  &quot;Saya jadi satpam di kampus. Ada tiga pertimbangan mengapa saya jadi  satpam. Pertama, gajinya besar dibandingkan dengan asisten dosen, office  boy atau pegawai kafe. Kedua, saya jadi punya jalur ke polisi, pemadam  kebakaran, emergency, dekan, rektor. Ketiga, pergaulan saya jauh lebih  banyak,&quot; tutur Putra saat diwawancara okezone di kantor Redaksi Seputar Indonesia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.  Selain tiga alasan di atas, lelaki kelahiran 28 Juli 1974 itu memilih  profesi satpam karena menjadi panutan di kampus. &quot;Satpam harus  berperilaku baik, menjaga ucapan dan menjaga emosi. Satpam di kampus  dikatagorikan sebagai leader kampus,&quot; imbuhnya.  Tugas menjadi satpam, diakui Putra, termasuk berat. Dia harus meronda  setiap malam keliling kampus guna memastikan tidak ada pencuri yang  menyelinap. &amp;nbsp; &quot;Menjadi satpam kampus berlangsung selama dua tahun. Jaga kampus  malam-malam, patroli keliling kampus pakai sepeda, jalan kaki. Saya juga  mengunci gedung kampus, mengecek ruang dosen, ruang kelas. Semua  fakultas saya cek,&quot; kenang ayah dua anak itu.  Keluarga Putra di Jakarta tak memprotes pekerjaan sambilannya itu.  Apalagi, Putra yang menjalani juga tak berkeberatan menjadi satpam.  &quot;Saya lihat bekerja jadi satpam lebih menarik. Apalagi, sebelum masuk  tesnya sulit. Soalnya, satpam pegang kunci ruang rektor, semua aset  fasilitas kampus, enggak boleh orang sembarangan. Orangtua tahu dan  mereka setuju asal tidak mengganggu pelajaran. Syukurlah, waktu saya  tugas enggak terlalu banyak masalah. Aman-aman saja,&quot; ucap lelaki yang  pernah mewawancari Barack Obama itu.  Terkait Panasonic Gobel Awards 2011 yang akan digelar pada 25 Maret,  Anda bisa memilih Putra Nababan sebagai presenter berita terbaik dengan  mengetik PGA 22A kirim ke 6288.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebelum duduk di kursi Wakil Pemimpin Redaksi RCTI,  Putra Nababan melalui proses panjang dan berliku. Sambil mengenyam  pendidikan di Amerika Serikat, Putra menyambi kerja menjadi petugas  satuan pengamanan (satpam).  Anak dari Panda Nababan ini menempuh pendidikan di Midland Lutheran  College, Fremont, Nebraska. Putra memutuskan bekerja sambil kuliah  ketika memasuki tahun kedua.  &quot;Saya jadi satpam di kampus. Ada tiga pertimbangan mengapa saya jadi  satpam. Pertama, gajinya besar dibandingkan dengan asisten dosen, office  boy atau pegawai kafe. Kedua, saya jadi punya jalur ke polisi, pemadam  kebakaran, emergency, dekan, rektor. Ketiga, pergaulan saya jauh lebih  banyak,&quot; tutur Putra saat diwawancara okezone di kantor Redaksi Seputar Indonesia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.  Selain tiga alasan di atas, lelaki kelahiran 28 Juli 1974 itu memilih  profesi satpam karena menjadi panutan di kampus. &quot;Satpam harus  berperilaku baik, menjaga ucapan dan menjaga emosi. Satpam di kampus  dikatagorikan sebagai leader kampus,&quot; imbuhnya.  Tugas menjadi satpam, diakui Putra, termasuk berat. Dia harus meronda  setiap malam keliling kampus guna memastikan tidak ada pencuri yang  menyelinap. &amp;nbsp; &quot;Menjadi satpam kampus berlangsung selama dua tahun. Jaga kampus  malam-malam, patroli keliling kampus pakai sepeda, jalan kaki. Saya juga  mengunci gedung kampus, mengecek ruang dosen, ruang kelas. Semua  fakultas saya cek,&quot; kenang ayah dua anak itu.  Keluarga Putra di Jakarta tak memprotes pekerjaan sambilannya itu.  Apalagi, Putra yang menjalani juga tak berkeberatan menjadi satpam.  &quot;Saya lihat bekerja jadi satpam lebih menarik. Apalagi, sebelum masuk  tesnya sulit. Soalnya, satpam pegang kunci ruang rektor, semua aset  fasilitas kampus, enggak boleh orang sembarangan. Orangtua tahu dan  mereka setuju asal tidak mengganggu pelajaran. Syukurlah, waktu saya  tugas enggak terlalu banyak masalah. Aman-aman saja,&quot; ucap lelaki yang  pernah mewawancari Barack Obama itu.  Terkait Panasonic Gobel Awards 2011 yang akan digelar pada 25 Maret,  Anda bisa memilih Putra Nababan sebagai presenter berita terbaik dengan  mengetik PGA 22A kirim ke 6288.</content:encoded></item></channel></rss>
