<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fauzi Baadilah: Ini Hanya Salah Paham</title><description>Film Lost In Papua diprotes keras oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA)  Papua karena pemberitaan di salah satu surat kabar yang menyebutkan, isi  film menceritakan masyarakat Papua kanibal.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/03/17/206/435806/fauzi-baadilah-ini-hanya-salah-paham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/03/17/206/435806/fauzi-baadilah-ini-hanya-salah-paham"/><item><title>Fauzi Baadilah: Ini Hanya Salah Paham</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/03/17/206/435806/fauzi-baadilah-ini-hanya-salah-paham</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/03/17/206/435806/fauzi-baadilah-ini-hanya-salah-paham</guid><pubDate>Kamis 17 Maret 2011 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/17/206/435806/TYTLOsWKPM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Poster film Lost In Papua</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/17/206/435806/TYTLOsWKPM.jpg</image><title>Poster film Lost In Papua</title></images><description>JAKARTA - Film Lost In Papua diprotes keras oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua karena pemberitaan di salah satu surat kabar yang menyebutkan, isi film menceritakan masyarakat Papua kanibal.Dengan adanya protes dari LMA Papua, sang bintang film Fauzi Baadilah ikut angkat bicara. Baginya ini, hanya kesalahpahaman saja.&quot;Ini kesalahpahaman karena media itu punya bahasa sendiri. Orang film juga punya bahasa sendiri. Yang diterima orang Papua ini kesalahpahaman,&quot; papar Fauzi saat dihubungi via telepon, Rabu (16/3/2011).Mantan suami Senk Lotta ini menegaskan, film garapan Nayakom itu tidak akan mungkin menjelekkan Provinsi Papua karena yang menggarap adalah orang asli Papua sendiri.&quot;Lagipula, sutradaranya sendiri orang Papua. Enggak mungkin dia jelek-jelekkan daerahnya sendiri. Yang jelas, ini kesalahpahaman. Mudah-mudahan cepat selesai. Mungkin orang Papua ini cepat menanggapi karena di sana belum ada bioskop,&quot; duganya.Bintang film Mengejar Matahari ini menjelaskan, film Lost In Papua dibuat untuk mengangkat derajat Provinsi Papua karena provinsi tersebut kurang diperhatikan pemerintah pusat.&quot;Jelas kok di sini tujuannya mengangkat derajat masyarakat Papua. Mungkin di sini ada kesalahpahaman. Maksud kita baik kok. Itu kan hanya mitos, itu kan belum tentu benar. Mitos benar atau tidak, itu saya tidak tahu. Kita hanya sebagai pemeran saja,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Film Lost In Papua diprotes keras oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua karena pemberitaan di salah satu surat kabar yang menyebutkan, isi film menceritakan masyarakat Papua kanibal.Dengan adanya protes dari LMA Papua, sang bintang film Fauzi Baadilah ikut angkat bicara. Baginya ini, hanya kesalahpahaman saja.&quot;Ini kesalahpahaman karena media itu punya bahasa sendiri. Orang film juga punya bahasa sendiri. Yang diterima orang Papua ini kesalahpahaman,&quot; papar Fauzi saat dihubungi via telepon, Rabu (16/3/2011).Mantan suami Senk Lotta ini menegaskan, film garapan Nayakom itu tidak akan mungkin menjelekkan Provinsi Papua karena yang menggarap adalah orang asli Papua sendiri.&quot;Lagipula, sutradaranya sendiri orang Papua. Enggak mungkin dia jelek-jelekkan daerahnya sendiri. Yang jelas, ini kesalahpahaman. Mudah-mudahan cepat selesai. Mungkin orang Papua ini cepat menanggapi karena di sana belum ada bioskop,&quot; duganya.Bintang film Mengejar Matahari ini menjelaskan, film Lost In Papua dibuat untuk mengangkat derajat Provinsi Papua karena provinsi tersebut kurang diperhatikan pemerintah pusat.&quot;Jelas kok di sini tujuannya mengangkat derajat masyarakat Papua. Mungkin di sini ada kesalahpahaman. Maksud kita baik kok. Itu kan hanya mitos, itu kan belum tentu benar. Mitos benar atau tidak, itu saya tidak tahu. Kita hanya sebagai pemeran saja,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
