<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anwar Fuadi: Kalau Gak Suka Sinetron, Jangan Nonton</title><description>Akhir-akhir ini melalui jejaring sosial facebook, ada beberapa group yang mengatasnamakan Gerakan Antisinetron.&amp;nbsp;Anwar Fuadi selaku ketua Parsi pun menganggap hal itu wajar saja.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/02/21/33/427018/anwar-fuadi-kalau-gak-suka-sinetron-jangan-nonton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/02/21/33/427018/anwar-fuadi-kalau-gak-suka-sinetron-jangan-nonton"/><item><title>Anwar Fuadi: Kalau Gak Suka Sinetron, Jangan Nonton</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/02/21/33/427018/anwar-fuadi-kalau-gak-suka-sinetron-jangan-nonton</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/02/21/33/427018/anwar-fuadi-kalau-gak-suka-sinetron-jangan-nonton</guid><pubDate>Senin 21 Februari 2011 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Mahfiroh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/21/33/427018/ES7blH3jYp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anwar Fuadi. (Foto: Johan Sompotan/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/21/33/427018/ES7blH3jYp.jpg</image><title>Anwar Fuadi. (Foto: Johan Sompotan/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Akhir-akhir ini melalui jejaring sosial facebook, ada beberapa group yang mengatasnamakan Gerakan Antisinetron.&amp;nbsp;Anwar Fuadi selaku ketua Persatuan Artis Sinetron (Parsi) pun menganggap hal itu wajar saja.Lantaran tayangan sinetron yang tayang prime time, dinilai ceritanya kurang mendidik untuk para penonton setianya di rumah.&amp;nbsp;Berikut petikan wawancara Okezone dengan aktor senior berdarah Palembang, belum lama ini.Apa kabar, bang?Alhamdulillah baik.Bang, di jejaring sosial facebook, sekarang ada beberapa grup yang mengatasnamakan Gerakan Antisinetron, sebagai ketua Parsi tanggapannya?Sah-sah saja, kalau orang enggak suka, enggak usah menonton sinetron. Masih ada acara lain, di luar sinetron. Kan ada acara news (berita), acara musik, dan lainnya. Ada orang yang suka dengan sinetron dan ada juga orang yang enggak suka dengan sinetron. Ada juga orang yang suka cewek kurus, tapi ada juga orang yang suka cewek gendut. Kan selera orang lain-lain, menurut saya itu sah-sah saja, enggak ada masalah.Oleh sebagian orang ceritanya dianggap tidak mendidik, bang?Jangan ditonton. Ini kan negara demokrasi, jadi kalau enggak suka dengan sinetron, ya jangan ditonton. Tapi menurut saya, sinetron itu banyak yang suka. Mengapa? Buktinya aja rating sinetron itu paling tinggi dibandingkan dengan rating news, atau acara lainnya. Memang nomor satu penonton paling banyak itu sinetron. Kalau dia (anggota masyarakat) enggak suka dengan sinetron, itu haknya dia. Kalau emang enggak suka, ya sudah enggak usah nonton. Pusing amat sih.Sebagai ketua Parsi, apa yang abang lakukan agar cerita sinetron itu tidak lebay (berlebihan)?Saya memberi masukan ke produser, tapi sekarang sinetron itu udah industri. Yang dicari itu yang punya nilai jual. Kalau cerita yang idealis atau kedaerahan itu, enggak laku. Kita lihat, apa sponsornya? Kalau sponsornya enggak ada, bagaimana menghidupkan broadcasting. Kalau tidak ada sponsor dan iklan, siapa yang akan nonton.Nah, sekumpulan orang yang karena tidak suka dengan cerita sinetron, melalui situs jejaring sosial lantas membuat gerakan koin peduli artis-artis yang bermain sinetron. Bagaimana tangggapannya, bang?Itu sih silakan saja. Masyarakat kita kan lagi enggak ada kerjaan. Bukannya memperbaiki dirinya, malah sibuk mengurusi orang lain. Kalau enggak suka ya sudah, pakai koin segala macam. Kalau enggak suka, jangan nonton. Kayak koin untuk Presiden SBY, untuk apa? Itu kan sama saja menghina kepala negara. Tapi, di sisi lain saya senang, kita akan maju. Tapi, kalau orang selalu melakukan hal-hal yang kurang penting, justru dia akan kehilangan moment penting dalam hidupnya.Sekali lagi, saya berharap semoga sinetron Indonesia ke depannya lebih baik. Dan saya melihatnya sinetron kita saat ini baik-baik saja, buktinya rating bagus. Kalau pun ada yang enggak suka, ya sudah, jangan nonton. Sekarang kita berpikir sederhana saja. Ini udah era 2011, sudah demokrasi. Orang boleh melakukan apa saja dan boleh memilih apa yang mereka suka. Kalau tidak suka sinetron, ya jangan nonton.</description><content:encoded>JAKARTA - Akhir-akhir ini melalui jejaring sosial facebook, ada beberapa group yang mengatasnamakan Gerakan Antisinetron.&amp;nbsp;Anwar Fuadi selaku ketua Persatuan Artis Sinetron (Parsi) pun menganggap hal itu wajar saja.Lantaran tayangan sinetron yang tayang prime time, dinilai ceritanya kurang mendidik untuk para penonton setianya di rumah.&amp;nbsp;Berikut petikan wawancara Okezone dengan aktor senior berdarah Palembang, belum lama ini.Apa kabar, bang?Alhamdulillah baik.Bang, di jejaring sosial facebook, sekarang ada beberapa grup yang mengatasnamakan Gerakan Antisinetron, sebagai ketua Parsi tanggapannya?Sah-sah saja, kalau orang enggak suka, enggak usah menonton sinetron. Masih ada acara lain, di luar sinetron. Kan ada acara news (berita), acara musik, dan lainnya. Ada orang yang suka dengan sinetron dan ada juga orang yang enggak suka dengan sinetron. Ada juga orang yang suka cewek kurus, tapi ada juga orang yang suka cewek gendut. Kan selera orang lain-lain, menurut saya itu sah-sah saja, enggak ada masalah.Oleh sebagian orang ceritanya dianggap tidak mendidik, bang?Jangan ditonton. Ini kan negara demokrasi, jadi kalau enggak suka dengan sinetron, ya jangan ditonton. Tapi menurut saya, sinetron itu banyak yang suka. Mengapa? Buktinya aja rating sinetron itu paling tinggi dibandingkan dengan rating news, atau acara lainnya. Memang nomor satu penonton paling banyak itu sinetron. Kalau dia (anggota masyarakat) enggak suka dengan sinetron, itu haknya dia. Kalau emang enggak suka, ya sudah enggak usah nonton. Pusing amat sih.Sebagai ketua Parsi, apa yang abang lakukan agar cerita sinetron itu tidak lebay (berlebihan)?Saya memberi masukan ke produser, tapi sekarang sinetron itu udah industri. Yang dicari itu yang punya nilai jual. Kalau cerita yang idealis atau kedaerahan itu, enggak laku. Kita lihat, apa sponsornya? Kalau sponsornya enggak ada, bagaimana menghidupkan broadcasting. Kalau tidak ada sponsor dan iklan, siapa yang akan nonton.Nah, sekumpulan orang yang karena tidak suka dengan cerita sinetron, melalui situs jejaring sosial lantas membuat gerakan koin peduli artis-artis yang bermain sinetron. Bagaimana tangggapannya, bang?Itu sih silakan saja. Masyarakat kita kan lagi enggak ada kerjaan. Bukannya memperbaiki dirinya, malah sibuk mengurusi orang lain. Kalau enggak suka ya sudah, pakai koin segala macam. Kalau enggak suka, jangan nonton. Kayak koin untuk Presiden SBY, untuk apa? Itu kan sama saja menghina kepala negara. Tapi, di sisi lain saya senang, kita akan maju. Tapi, kalau orang selalu melakukan hal-hal yang kurang penting, justru dia akan kehilangan moment penting dalam hidupnya.Sekali lagi, saya berharap semoga sinetron Indonesia ke depannya lebih baik. Dan saya melihatnya sinetron kita saat ini baik-baik saja, buktinya rating bagus. Kalau pun ada yang enggak suka, ya sudah, jangan nonton. Sekarang kita berpikir sederhana saja. Ini udah era 2011, sudah demokrasi. Orang boleh melakukan apa saja dan boleh memilih apa yang mereka suka. Kalau tidak suka sinetron, ya jangan nonton.</content:encoded></item></channel></rss>
