<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sinetron Lebih Baik daripada Film Hantu Sensual</title><description>Cerita sinetron masih dinilai lebih baik, daripada sejumlah film layar lebar Indonesia yang tayang di bioskop, yang mengangkat cerita hantu dan dibumbui adegan sensual.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/02/21/33/426970/sinetron-lebih-baik-daripada-film-hantu-sensual</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/02/21/33/426970/sinetron-lebih-baik-daripada-film-hantu-sensual"/><item><title>Sinetron Lebih Baik daripada Film Hantu Sensual</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/02/21/33/426970/sinetron-lebih-baik-daripada-film-hantu-sensual</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/02/21/33/426970/sinetron-lebih-baik-daripada-film-hantu-sensual</guid><pubDate>Senin 21 Februari 2011 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Mahfiroh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/21/33/426970/agbNe3Tldb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anwar Fuadi. (Foto: Johan Sompotan/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/21/33/426970/agbNe3Tldb.jpg</image><title>Anwar Fuadi. (Foto: Johan Sompotan/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Cerita sinetron masih dinilai lebih baik, daripada sejumlah film layar lebar Indonesia yang tayang di bioskop, yang mengangkat cerita hantu dan dibumbui adegan sensual.Tampaknya, industri perfilman dan sinetron sedang mendapat sorotan tajam. Belum selesai masyarakat mengkritisi kualitas cerita sinetron Indonesia, bioskop Indonesia sedang dihantam badai lantaran dihentikannya distribusi film asing akibat tekanan bea masuk yang dikenakan kepada importir film.&amp;ldquo;Memang ada yang baik dan kurang baik. Tapi menurut saya, sinetron justru lebih baik daripada film-film hantu (horor yang dibumbui seks) yang sekarang ini,&amp;rdquo; ungkap Ketua Persatuan Artis Sinetron Indonesia (Parsi), Anwar Fuadi, kepada Okezone, belum lama ini.Dia menambahkan, film hantu itu yang tidak baik dan sangat tidak mendidik. Aktor senior asal Palembang ini justru heran, mengapa masih banyak masyarakat yang mau menonton film tersebut.&amp;ldquo;Justru film hantu itu yang tidak baik, sangat tidak mendidik, syirik, dan komplit semuanya ada di sana. Justru itu yang lebih disenangi oleh orang dan masyarakat kita,&amp;rdquo; ketusnya.Sejauh ini, Anwar melihat sinetron malah beranjak lebih baik daripada perfilman. Pasalnya, tumbuhnya industri perfilman lebih didominasi oleh film dengan cerita hantu.&amp;ldquo;Sinetron kita sekarang sudah lebih baik daripada film kita. Film kita buruk, tapi ada beberapa yang bagus,&amp;rdquo; ujarnya.Anwar mengungkapkan alasan, bahwa film yang menghias layar bioskop Indonesia justru lebih banyak cerita hantu. &amp;ldquo;Mulai hantu datang bulan, poconglah, hantu Ancol, hantu Manggarai, hantu Kasablanka. Tidak mendidik sekali,&amp;rdquo; tegasnya.Tak segan Anwar pun menuding semua adalah faktor penonton. Apalagi statistik di bioskop tetap menunjukkan ada masyarakat yang mau menonton film tersebut, sehingga para produser tetap memproduksi film-film dengan cerita hantu yang lebih banyak dibumbui adegan sensual.&amp;ldquo;Yang bodohnya itu penonton, kok mau menonton? Mungkin, kalau tidak ada yang menonton, enggak akan ada yang mau memproduksi film seperti itu. Lantaran banyak yang suka dan penjualan tinggi di bioskop, makanya produser berlomba-lomba memproduksi film hantu,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Cerita sinetron masih dinilai lebih baik, daripada sejumlah film layar lebar Indonesia yang tayang di bioskop, yang mengangkat cerita hantu dan dibumbui adegan sensual.Tampaknya, industri perfilman dan sinetron sedang mendapat sorotan tajam. Belum selesai masyarakat mengkritisi kualitas cerita sinetron Indonesia, bioskop Indonesia sedang dihantam badai lantaran dihentikannya distribusi film asing akibat tekanan bea masuk yang dikenakan kepada importir film.&amp;ldquo;Memang ada yang baik dan kurang baik. Tapi menurut saya, sinetron justru lebih baik daripada film-film hantu (horor yang dibumbui seks) yang sekarang ini,&amp;rdquo; ungkap Ketua Persatuan Artis Sinetron Indonesia (Parsi), Anwar Fuadi, kepada Okezone, belum lama ini.Dia menambahkan, film hantu itu yang tidak baik dan sangat tidak mendidik. Aktor senior asal Palembang ini justru heran, mengapa masih banyak masyarakat yang mau menonton film tersebut.&amp;ldquo;Justru film hantu itu yang tidak baik, sangat tidak mendidik, syirik, dan komplit semuanya ada di sana. Justru itu yang lebih disenangi oleh orang dan masyarakat kita,&amp;rdquo; ketusnya.Sejauh ini, Anwar melihat sinetron malah beranjak lebih baik daripada perfilman. Pasalnya, tumbuhnya industri perfilman lebih didominasi oleh film dengan cerita hantu.&amp;ldquo;Sinetron kita sekarang sudah lebih baik daripada film kita. Film kita buruk, tapi ada beberapa yang bagus,&amp;rdquo; ujarnya.Anwar mengungkapkan alasan, bahwa film yang menghias layar bioskop Indonesia justru lebih banyak cerita hantu. &amp;ldquo;Mulai hantu datang bulan, poconglah, hantu Ancol, hantu Manggarai, hantu Kasablanka. Tidak mendidik sekali,&amp;rdquo; tegasnya.Tak segan Anwar pun menuding semua adalah faktor penonton. Apalagi statistik di bioskop tetap menunjukkan ada masyarakat yang mau menonton film tersebut, sehingga para produser tetap memproduksi film-film dengan cerita hantu yang lebih banyak dibumbui adegan sensual.&amp;ldquo;Yang bodohnya itu penonton, kok mau menonton? Mungkin, kalau tidak ada yang menonton, enggak akan ada yang mau memproduksi film seperti itu. Lantaran banyak yang suka dan penjualan tinggi di bioskop, makanya produser berlomba-lomba memproduksi film hantu,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
