<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inna Kamarie: Pengungsi Merapi seperti Korban Perang</title><description>Inna Kamari memberikan empat tersendiri kepada para pengungsi korban letusan Gunung Merapi. Dia melihat orang-orang di pengungsian seperti korban perang.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/11/11/33/392253/inna-kamarie-pengungsi-merapi-seperti-korban-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/11/11/33/392253/inna-kamarie-pengungsi-merapi-seperti-korban-perang"/><item><title>Inna Kamarie: Pengungsi Merapi seperti Korban Perang</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/11/11/33/392253/inna-kamarie-pengungsi-merapi-seperti-korban-perang</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/11/11/33/392253/inna-kamarie-pengungsi-merapi-seperti-korban-perang</guid><pubDate>Kamis 11 November 2010 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tomi Tresnady</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/11/11/33/392253/IMo8Af2LxG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inna Kamarie. (Foto: Tomi Tresnady/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/11/11/33/392253/IMo8Af2LxG.jpg</image><title>Inna Kamarie. (Foto: Tomi Tresnady/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Inna Kamari memberikan empat tersendiri kepada para pengungsi korban letusan Gunung Merapi. Dia melihat orang-orang di pengungsian seperti korban perang.&amp;ldquo;Kasihan mereka. Mau tidur saja, dikabari pakai sirine. Jadi sudah kayak mau perang saja. Aku lihat berita, banyak yang sakit kan?&amp;rdquo; urai eks personel Dewi Dewi ini ditemui di Cafe Rolling Stone, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (11/11/2010).Inna mengatakan, banyak pengungsi yang mengeluh ingin segera balik ke rumah dan memberi pakan ternak mereka. Namun melihat kondisi Merapi, warga tetap tidak diperkenankan kembali ke rumah.&amp;ldquo;Itu jahat menurut saya. Mereka tuh sudah stres. Mereka bingung, karena mereka pikir tinggal di pengungsian juga bakal mati,&amp;rdquo; kata dia.Mengenai teman-teman Inna yang ada di Jogja, dia menyayangkan mengapa mereka malah pergi ke Jakarta. Sedangkan masyarakat di sana membutuhkan tenaga relawan.&amp;ldquo;Curangnya, mereka ke Jakarta sih. Bukannya gimana gitu, aku kan tahunya dari abangku. Mereka kan teman-temannya. Ke Jakarta pada nebeng, karena ya mereka enggak punya keluarga. Jadi, ya sudah,&amp;rdquo; paparnya.Alasan teman-temannya pindah, karena sudah ada pemberitahuan siaga. &amp;ldquo;Mereka jadi stres. Mereka juga sudah pasrah,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Inna Kamari memberikan empat tersendiri kepada para pengungsi korban letusan Gunung Merapi. Dia melihat orang-orang di pengungsian seperti korban perang.&amp;ldquo;Kasihan mereka. Mau tidur saja, dikabari pakai sirine. Jadi sudah kayak mau perang saja. Aku lihat berita, banyak yang sakit kan?&amp;rdquo; urai eks personel Dewi Dewi ini ditemui di Cafe Rolling Stone, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (11/11/2010).Inna mengatakan, banyak pengungsi yang mengeluh ingin segera balik ke rumah dan memberi pakan ternak mereka. Namun melihat kondisi Merapi, warga tetap tidak diperkenankan kembali ke rumah.&amp;ldquo;Itu jahat menurut saya. Mereka tuh sudah stres. Mereka bingung, karena mereka pikir tinggal di pengungsian juga bakal mati,&amp;rdquo; kata dia.Mengenai teman-teman Inna yang ada di Jogja, dia menyayangkan mengapa mereka malah pergi ke Jakarta. Sedangkan masyarakat di sana membutuhkan tenaga relawan.&amp;ldquo;Curangnya, mereka ke Jakarta sih. Bukannya gimana gitu, aku kan tahunya dari abangku. Mereka kan teman-temannya. Ke Jakarta pada nebeng, karena ya mereka enggak punya keluarga. Jadi, ya sudah,&amp;rdquo; paparnya.Alasan teman-temannya pindah, karena sudah ada pemberitahuan siaga. &amp;ldquo;Mereka jadi stres. Mereka juga sudah pasrah,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
