<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Dekati Anak Secara Psikologis, Tak Sekadar Komando&quot;</title><description>Banyaknya kasus perseteruan orangtua dan anak di kalangan selebritis, menjadi cermin komunikasi orangtua dan anak secara umum.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/10/09/33/380747/dekati-anak-secara-psikologis-tak-sekadar-komando</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/10/09/33/380747/dekati-anak-secara-psikologis-tak-sekadar-komando"/><item><title>&quot;Dekati Anak Secara Psikologis, Tak Sekadar Komando&quot;</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/10/09/33/380747/dekati-anak-secara-psikologis-tak-sekadar-komando</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/10/09/33/380747/dekati-anak-secara-psikologis-tak-sekadar-komando</guid><pubDate>Sabtu 09 Oktober 2010 10:07 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/09/33/380747/vyHHmXrJBq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seto Mulyadi. (Foto: Johan Sompotan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/09/33/380747/vyHHmXrJBq.jpg</image><title>Seto Mulyadi. (Foto: Johan Sompotan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Banyaknya kasus perseteruan orangtua dan anak di kalangan selebritis, menjadi cermin komunikasi orangtua dan anak secara umum.Menurut Ketua Dewan Komnas Perlindungan Anak (PA), Seto Mulyadi, anak-anak mengalami perkembangan fisik dan mental. Mereka mudah berubah dan perubahan ini terkadang tidak disadari orangtua.&amp;ldquo;Orangtua harus mengerti, anak-anak enggak bisa harus melulu menurut. Itu yang membuat banyak remaja yang kabur atau berseteru dengan orangtua,&amp;rdquo; paparnya ditemui di salah satu restoran cepat saji, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2010).Pria yang akrab disapa Kak Seto ini berpendapat, perseteruan orangtua dan anak yang terjadi pada beberapa orang selebritis Indonesia, juga terjadi di kalangan masyarakat umum. &amp;ldquo;Yang penting, orangtua harus bisa mengerti psikologis anaknya,&amp;rdquo; kata dia.Lebih lanjut Kak Seto menjelaskan, kebutuhan dan cara anak-anak mengembangkan diri akan selalu terus berkembang. Tak ayal perubahan pada anak terjadi secara cepat.&amp;ldquo;Makanya, orangtuanya harus dekati anak secara psikologis. Tidak sekadar memberi komando,&amp;rdquo; ungkap Kak Seto.Selain itu, kata dia, anak-anak juga harus diberikan kebebasan untuk memilih teman, atau juga memilih pasangannya. Anak-anak berada dalam masa transisi.&amp;ldquo;Masih kayak topan dan badai. Jadi enggak bisa diperlakukan dengan tekanan dan kekerasan,&amp;rdquo; imbuhnya.Oleh sebab itu, menurut Kak Seto, orangtua harus menjadikan anak sebagai sahabat. &amp;ldquo;Orangtua juga harus bisa membangun komunikasi yang efektif, mendengarkan suara hati mereka, dan kegundahan mereka,&amp;rdquo; pungkasnya.Seperti diketahui, akhir-akhir ini banyak artis remaja yang berseteru dengan orangtuanya. Misalnya saja, Arumi Bachsin dan Aurelie Moremans. Tidak hanya remaja, Pinkan Mambo dan juga Kiki Fatmala pun pernah berseteru dengan ibunya.&amp;nbsp;Hal ini menjadi potret komunikasi orangtua dan anak.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Banyaknya kasus perseteruan orangtua dan anak di kalangan selebritis, menjadi cermin komunikasi orangtua dan anak secara umum.Menurut Ketua Dewan Komnas Perlindungan Anak (PA), Seto Mulyadi, anak-anak mengalami perkembangan fisik dan mental. Mereka mudah berubah dan perubahan ini terkadang tidak disadari orangtua.&amp;ldquo;Orangtua harus mengerti, anak-anak enggak bisa harus melulu menurut. Itu yang membuat banyak remaja yang kabur atau berseteru dengan orangtua,&amp;rdquo; paparnya ditemui di salah satu restoran cepat saji, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2010).Pria yang akrab disapa Kak Seto ini berpendapat, perseteruan orangtua dan anak yang terjadi pada beberapa orang selebritis Indonesia, juga terjadi di kalangan masyarakat umum. &amp;ldquo;Yang penting, orangtua harus bisa mengerti psikologis anaknya,&amp;rdquo; kata dia.Lebih lanjut Kak Seto menjelaskan, kebutuhan dan cara anak-anak mengembangkan diri akan selalu terus berkembang. Tak ayal perubahan pada anak terjadi secara cepat.&amp;ldquo;Makanya, orangtuanya harus dekati anak secara psikologis. Tidak sekadar memberi komando,&amp;rdquo; ungkap Kak Seto.Selain itu, kata dia, anak-anak juga harus diberikan kebebasan untuk memilih teman, atau juga memilih pasangannya. Anak-anak berada dalam masa transisi.&amp;ldquo;Masih kayak topan dan badai. Jadi enggak bisa diperlakukan dengan tekanan dan kekerasan,&amp;rdquo; imbuhnya.Oleh sebab itu, menurut Kak Seto, orangtua harus menjadikan anak sebagai sahabat. &amp;ldquo;Orangtua juga harus bisa membangun komunikasi yang efektif, mendengarkan suara hati mereka, dan kegundahan mereka,&amp;rdquo; pungkasnya.Seperti diketahui, akhir-akhir ini banyak artis remaja yang berseteru dengan orangtuanya. Misalnya saja, Arumi Bachsin dan Aurelie Moremans. Tidak hanya remaja, Pinkan Mambo dan juga Kiki Fatmala pun pernah berseteru dengan ibunya.&amp;nbsp;Hal ini menjadi potret komunikasi orangtua dan anak.</content:encoded></item></channel></rss>
