<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Q! Film Didemo, Pemerintah Harus Tanggung Jawab</title><description>Deddy Mizwar mengatakan berlangsungnya Q! Festival Film karena pihak penyelenggara telah diizinkan oleh pemerintah daerah. Jika ada unjuk rasa, pemerintah juga harus bertanggung jawab.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/09/29/206/377212/q-film-didemo-pemerintah-harus-tanggung-jawab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/09/29/206/377212/q-film-didemo-pemerintah-harus-tanggung-jawab"/><item><title>Q! Film Didemo, Pemerintah Harus Tanggung Jawab</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/09/29/206/377212/q-film-didemo-pemerintah-harus-tanggung-jawab</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/09/29/206/377212/q-film-didemo-pemerintah-harus-tanggung-jawab</guid><pubDate>Rabu 29 September 2010 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/29/206/377212/It3XCC21bM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Deddy Mizwar. (Foto: Johan Sompotan/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/29/206/377212/It3XCC21bM.jpg</image><title>Deddy Mizwar. (Foto: Johan Sompotan/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Deddy Mizwar mengatakan berlangsungnya Q! Festival Film karena pihak penyelenggara telah diizinkan oleh pemerintah daerah. Jika ada unjuk rasa, pemerintah juga harus bertanggung jawab.&amp;ldquo;Siapa saja boleh menyatakan atau mengekspresikan keinginannya. Tapi kalau menimbulkan huru hara, pemerintah juga harus bertanggung jawab karena sudah memberi izin acara itu,&amp;rdquo; ujar Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N), Deddy Mizwar, ditemui di Kementerian Budaya dan Pariwisata, Jakarta, Selasa (28/9/2010).Q! Festival Film menayangkan film bertema LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, dan Transgender) di mana kelompok ini dianggap minoritas. Deddy menjelaskan film-film yang diputar di festival tersebut adalah fil tentang gay dan lesbian.&amp;ldquo;Sebelum dibuat acara itu kan pasti pihak penyelenggara sudah meminta izin untuk mengadakan acara itu, lalu dibolehkan,&amp;rdquo; paparnya.Ditambahkan, masyarakat yang menyelenggarakan festival tersebut memiliki hak untuk melaksanakan kegiatannya. Sama halnya dengan masyarakat yang berunjuk rasa terhadap film-film yang ditayangkan.&amp;ldquo;Ya, itu kan hak masyarakat juga untuk demonstrasi. Kalau ada yang tidak suka, ya biarin saja,&amp;rdquo; ujarnya.Sebagai Ketua BP2N, Deddy mengaku tidak bisa melarang kegiatan tersebut. pasalnya pemerintah daerah sudah mengizinkan.&amp;ldquo;Masak kita melarang? Toh pemerintah daerahnya saja mengizinkan kegiatan itu,&amp;rdquo; tukasnya.Secara pribadi, Deddy mengatakan tidak akan datang ke Q! Festival Film yang berlangsung di Goethe Haus, Erasmus Huis, Japan Foundation, CCF, dan Kineforum Taman Ismail Marzuki.&amp;ldquo;Biar gue diundang juga, enggak bakalan datang. Cari dosa aje nonton yang begituan. Kita kan maunya hidup cari pahala, bukan cari dosa,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Deddy Mizwar mengatakan berlangsungnya Q! Festival Film karena pihak penyelenggara telah diizinkan oleh pemerintah daerah. Jika ada unjuk rasa, pemerintah juga harus bertanggung jawab.&amp;ldquo;Siapa saja boleh menyatakan atau mengekspresikan keinginannya. Tapi kalau menimbulkan huru hara, pemerintah juga harus bertanggung jawab karena sudah memberi izin acara itu,&amp;rdquo; ujar Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N), Deddy Mizwar, ditemui di Kementerian Budaya dan Pariwisata, Jakarta, Selasa (28/9/2010).Q! Festival Film menayangkan film bertema LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, dan Transgender) di mana kelompok ini dianggap minoritas. Deddy menjelaskan film-film yang diputar di festival tersebut adalah fil tentang gay dan lesbian.&amp;ldquo;Sebelum dibuat acara itu kan pasti pihak penyelenggara sudah meminta izin untuk mengadakan acara itu, lalu dibolehkan,&amp;rdquo; paparnya.Ditambahkan, masyarakat yang menyelenggarakan festival tersebut memiliki hak untuk melaksanakan kegiatannya. Sama halnya dengan masyarakat yang berunjuk rasa terhadap film-film yang ditayangkan.&amp;ldquo;Ya, itu kan hak masyarakat juga untuk demonstrasi. Kalau ada yang tidak suka, ya biarin saja,&amp;rdquo; ujarnya.Sebagai Ketua BP2N, Deddy mengaku tidak bisa melarang kegiatan tersebut. pasalnya pemerintah daerah sudah mengizinkan.&amp;ldquo;Masak kita melarang? Toh pemerintah daerahnya saja mengizinkan kegiatan itu,&amp;rdquo; tukasnya.Secara pribadi, Deddy mengatakan tidak akan datang ke Q! Festival Film yang berlangsung di Goethe Haus, Erasmus Huis, Japan Foundation, CCF, dan Kineforum Taman Ismail Marzuki.&amp;ldquo;Biar gue diundang juga, enggak bakalan datang. Cari dosa aje nonton yang begituan. Kita kan maunya hidup cari pahala, bukan cari dosa,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
