<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi terdakwa, Jane Shalimar Capek Bohongi Anaknya</title><description>Jane Shalimar merasa bosan membohongi anaknya setiap kali akan berangkat ke pengadilan. Dia pun tidak tahan menyimpan rahasia kalau dirinya juga jadi terdakwa.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/09/27/33/376556/jadi-terdakwa-jane-shalimar-capek-bohongi-anaknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/09/27/33/376556/jadi-terdakwa-jane-shalimar-capek-bohongi-anaknya"/><item><title>Jadi terdakwa, Jane Shalimar Capek Bohongi Anaknya</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/09/27/33/376556/jadi-terdakwa-jane-shalimar-capek-bohongi-anaknya</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/09/27/33/376556/jadi-terdakwa-jane-shalimar-capek-bohongi-anaknya</guid><pubDate>Senin 27 September 2010 17:57 WIB</pubDate><dc:creator>Mahfiroh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/27/33/376556/GDEC8pOVG7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jane-Zarno. (Foto: Tomi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/27/33/376556/GDEC8pOVG7.jpg</image><title>Jane-Zarno. (Foto: Tomi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Jane Shalimar merasa bosan membohongi anaknya setiap kali akan berangkat ke pengadilan. Dia pun tidak tahan menyimpan rahasia kalau dirinya juga jadi terdakwa.&amp;ldquo;Enggak bosan, cuma lagi capek dan enggak fit. Aku harus ngebohongin anakku. Aku bilang ada kerjaan. Kalau aku bilang ada sidang, pasti mereka histeris,&amp;rdquo; papar Jane ditemui usai sidang sekira pukul 15.30 WIB, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/9/2010).Dia menambahkan setiap akan menghadiri sidang selalu beralasan ada syuting. &amp;ldquo;Aku enggak mau ada dampak psikologis jadi terdakwa nih,&amp;rdquo; keluhnya lirih.Kuasa hukum Jane, M Burhanuddin SH menjelaskan kasus ini jika diamati adalah Jane memukulis sopir eks suami karena sedang menggendong Muhammad Zarno, anaknya.&amp;ldquo;Tidak masuk di akal, visum sang sopir. Sementara ini seorang ibu. Saya curiga ini visum rekayasa, ada kemungkinan dari pihak kedokteran,&amp;rdquo; tuding Burhanuddin blakblakan.Tindakan yang ringan dan sepele seperti sengaja dipaksakan untuk tetap digelar di pengadilan. Padahal kata Burhanuddin, seharusnya semua bisa selesai.&amp;ldquo;Ini malah membuat pengadilan kebanyakan kasus,&amp;rdquo; ketusnya.Jane menambahkan dia tidak mau lagi diusik soal anak. Pengadilanlah yang akan membuktikan mana benar dan mana yang salah.&amp;ldquo;Masalahnya ini sama sopir. Orang yang tidak ada hak, sopir yang tidak ada hak sama anak ini, kecuali kalau sama bapaknya. Itu lain ceritanya,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Jane Shalimar merasa bosan membohongi anaknya setiap kali akan berangkat ke pengadilan. Dia pun tidak tahan menyimpan rahasia kalau dirinya juga jadi terdakwa.&amp;ldquo;Enggak bosan, cuma lagi capek dan enggak fit. Aku harus ngebohongin anakku. Aku bilang ada kerjaan. Kalau aku bilang ada sidang, pasti mereka histeris,&amp;rdquo; papar Jane ditemui usai sidang sekira pukul 15.30 WIB, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/9/2010).Dia menambahkan setiap akan menghadiri sidang selalu beralasan ada syuting. &amp;ldquo;Aku enggak mau ada dampak psikologis jadi terdakwa nih,&amp;rdquo; keluhnya lirih.Kuasa hukum Jane, M Burhanuddin SH menjelaskan kasus ini jika diamati adalah Jane memukulis sopir eks suami karena sedang menggendong Muhammad Zarno, anaknya.&amp;ldquo;Tidak masuk di akal, visum sang sopir. Sementara ini seorang ibu. Saya curiga ini visum rekayasa, ada kemungkinan dari pihak kedokteran,&amp;rdquo; tuding Burhanuddin blakblakan.Tindakan yang ringan dan sepele seperti sengaja dipaksakan untuk tetap digelar di pengadilan. Padahal kata Burhanuddin, seharusnya semua bisa selesai.&amp;ldquo;Ini malah membuat pengadilan kebanyakan kasus,&amp;rdquo; ketusnya.Jane menambahkan dia tidak mau lagi diusik soal anak. Pengadilanlah yang akan membuktikan mana benar dan mana yang salah.&amp;ldquo;Masalahnya ini sama sopir. Orang yang tidak ada hak, sopir yang tidak ada hak sama anak ini, kecuali kalau sama bapaknya. Itu lain ceritanya,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
