<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tyas Mirasih Ikhlaskan Kepergian Ayahnya</title><description>Tyas Mirasih terlihat tegar melepas kepergian ayahnya Surman Widiatmo kembali kepada Sang Pencipta. Ayahandanya meninggal pada pukul 19.20 WIB, Sabtu, 21 Agustus 2010.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/08/22/33/365432/tyas-mirasih-ikhlaskan-kepergian-ayahnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/08/22/33/365432/tyas-mirasih-ikhlaskan-kepergian-ayahnya"/><item><title>Tyas Mirasih Ikhlaskan Kepergian Ayahnya</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/08/22/33/365432/tyas-mirasih-ikhlaskan-kepergian-ayahnya</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/08/22/33/365432/tyas-mirasih-ikhlaskan-kepergian-ayahnya</guid><pubDate>Minggu 22 Agustus 2010 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Tomi Tresnady</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/08/22/33/365432/VHUPGDkdBe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tyas Mirasih-Tria 'Changcuters'. (Foto: Tomi Tresnady/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/08/22/33/365432/VHUPGDkdBe.jpg</image><title>Tyas Mirasih-Tria 'Changcuters'. (Foto: Tomi Tresnady/okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Tyas Mirasih terlihat tegar melepas kepergian ayahnya Surman Widiatmo kembali kepada Sang Pencipta. Ayahandanya meninggal pada pukul 19.20 WIB, Sabtu, 21 Agustus 2010.&amp;ldquo;Enggak (syok), karena sudah tahu pas papa sakit. Kadang-kadang pas lihat segala macam, kita enggak tega. Terus dalam hati itu ngomong, ya sudah deh pa. Kalau mau pergi enggak apa-apa, sudah ikhlas,&amp;rdquo; papar Tyas saat ditemui wartawan usai pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (22/8/2010).Bintang Air Terjun Pengantin ini sebenarnya sudah merasakan hal-hal tentang kepergian ayahnya. Apalagi sejak Jumat kondisi ayahnya sudah drop.&amp;ldquo;Syok sih enggak, karena sudah ikhlas,&amp;rdquo; ujarnya.Tyas mengatakan ayahnya sakit kanker liver sejak dua bulan lalu. Sempat dirawat satu bulan di rumah sakit, namun akhirnya keluarga memutuskan membawa pulang dan di rawat di rumah.&amp;ldquo;Iya, karena umurnya sudah tua. Stadiumnya sudah stadium tinggi. Memang sudah enggak ada pengobatan lagi, akhirnya kemarin pukul 19.20 WIB papa meninggal,&amp;rdquo; tuturnya.Tidak ada pesan apa-apa yang ditinggalkan ayahnya, karena sudah koma. Sejak Jumat, kata Tyas, ayahnya sudah tidak sadar.&amp;ldquo;Ngomong sama siapa juga sudah enggak sadar, tapi karena sakitnya sudah lama, dokter juga bilang, sudahlah. Relakan saja, karena kan kalau kanker itu menggerogoti seluruh tubuh ya. Jadi kan kasihan,&amp;rdquo; urainya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Tyas Mirasih terlihat tegar melepas kepergian ayahnya Surman Widiatmo kembali kepada Sang Pencipta. Ayahandanya meninggal pada pukul 19.20 WIB, Sabtu, 21 Agustus 2010.&amp;ldquo;Enggak (syok), karena sudah tahu pas papa sakit. Kadang-kadang pas lihat segala macam, kita enggak tega. Terus dalam hati itu ngomong, ya sudah deh pa. Kalau mau pergi enggak apa-apa, sudah ikhlas,&amp;rdquo; papar Tyas saat ditemui wartawan usai pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (22/8/2010).Bintang Air Terjun Pengantin ini sebenarnya sudah merasakan hal-hal tentang kepergian ayahnya. Apalagi sejak Jumat kondisi ayahnya sudah drop.&amp;ldquo;Syok sih enggak, karena sudah ikhlas,&amp;rdquo; ujarnya.Tyas mengatakan ayahnya sakit kanker liver sejak dua bulan lalu. Sempat dirawat satu bulan di rumah sakit, namun akhirnya keluarga memutuskan membawa pulang dan di rawat di rumah.&amp;ldquo;Iya, karena umurnya sudah tua. Stadiumnya sudah stadium tinggi. Memang sudah enggak ada pengobatan lagi, akhirnya kemarin pukul 19.20 WIB papa meninggal,&amp;rdquo; tuturnya.Tidak ada pesan apa-apa yang ditinggalkan ayahnya, karena sudah koma. Sejak Jumat, kata Tyas, ayahnya sudah tidak sadar.&amp;ldquo;Ngomong sama siapa juga sudah enggak sadar, tapi karena sakitnya sudah lama, dokter juga bilang, sudahlah. Relakan saja, karena kan kalau kanker itu menggerogoti seluruh tubuh ya. Jadi kan kasihan,&amp;rdquo; urainya.</content:encoded></item></channel></rss>
