<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Auriele Moremans Tertantang Menjadi Anak Haram</title><description>Artis cantik Aurelie Moremans merasa tertantang saat disodori peran seorang anak haram, hasil hubungan gelap pembantu dengan majikannya dalam film D&amp;rsquo;love.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/07/27/206/357008/auriele-moremans-tertantang-menjadi-anak-haram</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/07/27/206/357008/auriele-moremans-tertantang-menjadi-anak-haram"/><item><title>Auriele Moremans Tertantang Menjadi Anak Haram</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/07/27/206/357008/auriele-moremans-tertantang-menjadi-anak-haram</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/07/27/206/357008/auriele-moremans-tertantang-menjadi-anak-haram</guid><pubDate>Selasa 27 Juli 2010 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/27/206/357008/xq8K453PMp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: tomi tresnady/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/27/206/357008/xq8K453PMp.jpg</image><title>(foto: tomi tresnady/okezone)</title></images><description>JAKARTA- Artis cantik Aurelie Moremans merasa tertantang saat disodori peran seorang anak haram, hasil hubungan gelap pembantu dengan majikannya dalam film D&amp;rsquo;love.Dalam film ketiganya ini, Aurelie kemudian diangkat oleh seorang gay yang tinggal di daerah kumuh. &amp;ldquo;Ini film ketiga aku. tidak ada kesulitan saat berperan. Tantangannya dalam setiap film pasti berbeda-beda,&amp;rdquo; katanya saat press screening di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (27/7/2010).Tantangan lainnya, Aurelie harus tinggal di sebuah kawasan kumuh di daerah Ancol, Jakarta Utara. Dalam kesempatan itu, artis yang sebelumnya tinggal di Brussel, Belgia ini mengaku tidak jijik.&amp;ldquo;Biasa saja, tidak jijik. Aku sedih saja dengan orang yang tinggal dan hidup di kawasan kumuh,&amp;rdquo; jelasnya.Dia sedih, karena dia melihat banyak orang yang tinggal di kawasan kumuh kota besar, padahal di antara mereka ada gedung-gedung megah.Dalam kesempatan itu, dia pun menilai bahwa kehidupan di Jakarta terdapat kesenjangan sosial yang sangat tinggi. &amp;ldquo;Di Jakarta ini kontras banget, ada kesenjangan yang jelas. Bagi aku Jakarta itu terlalu banyak mobil,&amp;rdquo; ujarnya.Berbeda dengan Brussel, tempatnya tinggal sebelum ke Indonesia dua tahun yang lalu. Dia melihat Jakarta lebih banyak macet. &amp;ldquo;Perbedaannya sama Jakarta. Kalau di Brussel jarang macet, enggak kayak di Jakarta yang macet,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Artis cantik Aurelie Moremans merasa tertantang saat disodori peran seorang anak haram, hasil hubungan gelap pembantu dengan majikannya dalam film D&amp;rsquo;love.Dalam film ketiganya ini, Aurelie kemudian diangkat oleh seorang gay yang tinggal di daerah kumuh. &amp;ldquo;Ini film ketiga aku. tidak ada kesulitan saat berperan. Tantangannya dalam setiap film pasti berbeda-beda,&amp;rdquo; katanya saat press screening di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (27/7/2010).Tantangan lainnya, Aurelie harus tinggal di sebuah kawasan kumuh di daerah Ancol, Jakarta Utara. Dalam kesempatan itu, artis yang sebelumnya tinggal di Brussel, Belgia ini mengaku tidak jijik.&amp;ldquo;Biasa saja, tidak jijik. Aku sedih saja dengan orang yang tinggal dan hidup di kawasan kumuh,&amp;rdquo; jelasnya.Dia sedih, karena dia melihat banyak orang yang tinggal di kawasan kumuh kota besar, padahal di antara mereka ada gedung-gedung megah.Dalam kesempatan itu, dia pun menilai bahwa kehidupan di Jakarta terdapat kesenjangan sosial yang sangat tinggi. &amp;ldquo;Di Jakarta ini kontras banget, ada kesenjangan yang jelas. Bagi aku Jakarta itu terlalu banyak mobil,&amp;rdquo; ujarnya.Berbeda dengan Brussel, tempatnya tinggal sebelum ke Indonesia dua tahun yang lalu. Dia melihat Jakarta lebih banyak macet. &amp;ldquo;Perbedaannya sama Jakarta. Kalau di Brussel jarang macet, enggak kayak di Jakarta yang macet,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
