<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaya Hidup Mewah Sebabkan Adjie Terlibat Penipuan</title><description>Banyak orang tak menyangka desainer kondang Adjie Notonegoro terlibat kasus penipuan. Diduga gaya hidup yang menyebabkan Adjie terlibat kasus tersebut.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/07/19/33/354306/gaya-hidup-mewah-sebabkan-adjie-terlibat-penipuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/07/19/33/354306/gaya-hidup-mewah-sebabkan-adjie-terlibat-penipuan"/><item><title>Gaya Hidup Mewah Sebabkan Adjie Terlibat Penipuan</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/07/19/33/354306/gaya-hidup-mewah-sebabkan-adjie-terlibat-penipuan</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/07/19/33/354306/gaya-hidup-mewah-sebabkan-adjie-terlibat-penipuan</guid><pubDate>Senin 19 Juli 2010 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Tuty Ocktaviany</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/19/33/354306/UPu717JwuH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">adjie notonegoro. (foto: go spot)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/19/33/354306/UPu717JwuH.jpg</image><title>adjie notonegoro. (foto: go spot)</title></images><description>JAKARTA- Banyak orang tak menyangka desainer kondang Adjie Notonegoro terlibat kasus penipuan. Diduga gaya hidup yang menyebabkan Adjie terlibat kasus tersebut.Pengamat mode Sonny Muchlison menilai Adjie telah tersilaukan dengan barang-barang yang bermerek. &amp;ldquo;Sepatu harus Gucci, bjau koleksi Louis Vuitton. Labelling dalam hidupnya begitu penting,&amp;rdquo; kata Sonny saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (19/7/2010).Menurutnya, Adjie telah menjalankan kehidupannya dengan gaya bermewah-mewahan atau hedonisme, yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup&amp;rdquo;Padahal, hidup kan harus balance. Harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Harus melihat pula kondisi pribadi, termasuk kreativitas. &amp;rdquo;Bajunya harganya berapa,&amp;rdquo; ujarnya.Kebiasaan ini, katanya sudah berlangsung selama beberapa tahun. Karenanya, dia berharap kasus ini bisa merubah pandangan Adjie mengenai kehidupan. &amp;rdquo;Ya semoga dengan ini dia bisa berubah. Langsung kepentok, daripada nanti. Namanya hidup itu kan kadang di atas dan di bawah,&amp;rdquo; jelasnya.Menurutnya, kasus yang menimpa Adjie ini bisa berimbas terhadap kepercayaan orang lain. &amp;rdquo;Jadi imbasnya memang banyak yang enggak percaya lagi. Pada kapok untuk kerjasama,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Banyak orang tak menyangka desainer kondang Adjie Notonegoro terlibat kasus penipuan. Diduga gaya hidup yang menyebabkan Adjie terlibat kasus tersebut.Pengamat mode Sonny Muchlison menilai Adjie telah tersilaukan dengan barang-barang yang bermerek. &amp;ldquo;Sepatu harus Gucci, bjau koleksi Louis Vuitton. Labelling dalam hidupnya begitu penting,&amp;rdquo; kata Sonny saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (19/7/2010).Menurutnya, Adjie telah menjalankan kehidupannya dengan gaya bermewah-mewahan atau hedonisme, yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup&amp;rdquo;Padahal, hidup kan harus balance. Harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Harus melihat pula kondisi pribadi, termasuk kreativitas. &amp;rdquo;Bajunya harganya berapa,&amp;rdquo; ujarnya.Kebiasaan ini, katanya sudah berlangsung selama beberapa tahun. Karenanya, dia berharap kasus ini bisa merubah pandangan Adjie mengenai kehidupan. &amp;rdquo;Ya semoga dengan ini dia bisa berubah. Langsung kepentok, daripada nanti. Namanya hidup itu kan kadang di atas dan di bawah,&amp;rdquo; jelasnya.Menurutnya, kasus yang menimpa Adjie ini bisa berimbas terhadap kepercayaan orang lain. &amp;rdquo;Jadi imbasnya memang banyak yang enggak percaya lagi. Pada kapok untuk kerjasama,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
