<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Motif Video 'Ariel', Saingan Bisnis atau Konspirasi?</title><description>Sebagai saksi ahli IT Bareskrim Mabes Polri, Didien Pataka menyebut dua kemungkinan motif si pengunggah video mesum &amp;lsquo;Ariel&amp;rsquo;. Apa saja motifnya?</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/06/16/33/343528/motif-video-ariel-saingan-bisnis-atau-konspirasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/06/16/33/343528/motif-video-ariel-saingan-bisnis-atau-konspirasi"/><item><title>Motif Video 'Ariel', Saingan Bisnis atau Konspirasi?</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/06/16/33/343528/motif-video-ariel-saingan-bisnis-atau-konspirasi</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/06/16/33/343528/motif-video-ariel-saingan-bisnis-atau-konspirasi</guid><pubDate>Rabu 16 Juni 2010 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/06/16/33/343528/CA3ZoDlby1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ariel, Luna, Cut Tari. (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/06/16/33/343528/CA3ZoDlby1.jpg</image><title>Ariel, Luna, Cut Tari. (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sebagai saksi ahli IT Bareskrim Mabes Polri, Didien Pataka menyebut dua kemungkinan motif si pengunggah video mesum &amp;lsquo;Ariel&amp;rsquo;. Apa saja motifnya?&amp;ldquo;Kalau untuk analisa penyebaran video pornografi, ada beberapa motif. Bisa persaingan bisnis atau konspirasi media,&amp;rdquo; tukasnya saat dihubungi wartawan, Rabu (16/6/2010).Saat ini ada beberapa petunjuk yang bisa ditelusuri. Uploader video ada yang terdeteksi di beberapa forum 'Komunikasi Media'. Semuanya terdeteksi saat awal-awal penyebaran.&amp;ldquo;Tanggal 3-4 Juni bisa dianggap awal penyebaran,&amp;rdquo; terang Didien.Dia menambahkan, ada juga di beberapa forum yang menyatakan skandal tersebut bakalan sepi berita, karena semua akan tersedot ke Piala Dunia yang dikuasai media tertentu. &amp;ldquo;Terus setelah beberapa hari kemudian, langsung keluar,&amp;rdquo; kuak Didien perlahan.Selanjutnya, Sarjana Teknik kelahiran Malang 39 tahun lalu ini menjelaskan indikasi kedua, yakni persaingan bisnis. &amp;ldquo;Si A ini kan mau mengeluarkan album, jadi untuk black campaign menjatuhkan dia,&amp;rdquo; tukasnya.Namun demikian, kata Didien, bisa jadi untuk tujuan sebaliknya. &amp;ldquo;Satu sisi, bad news is a good news. Meski berita buruk, tapi tetap saja berita bisa untuk mendongkrak dia,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebagai saksi ahli IT Bareskrim Mabes Polri, Didien Pataka menyebut dua kemungkinan motif si pengunggah video mesum &amp;lsquo;Ariel&amp;rsquo;. Apa saja motifnya?&amp;ldquo;Kalau untuk analisa penyebaran video pornografi, ada beberapa motif. Bisa persaingan bisnis atau konspirasi media,&amp;rdquo; tukasnya saat dihubungi wartawan, Rabu (16/6/2010).Saat ini ada beberapa petunjuk yang bisa ditelusuri. Uploader video ada yang terdeteksi di beberapa forum 'Komunikasi Media'. Semuanya terdeteksi saat awal-awal penyebaran.&amp;ldquo;Tanggal 3-4 Juni bisa dianggap awal penyebaran,&amp;rdquo; terang Didien.Dia menambahkan, ada juga di beberapa forum yang menyatakan skandal tersebut bakalan sepi berita, karena semua akan tersedot ke Piala Dunia yang dikuasai media tertentu. &amp;ldquo;Terus setelah beberapa hari kemudian, langsung keluar,&amp;rdquo; kuak Didien perlahan.Selanjutnya, Sarjana Teknik kelahiran Malang 39 tahun lalu ini menjelaskan indikasi kedua, yakni persaingan bisnis. &amp;ldquo;Si A ini kan mau mengeluarkan album, jadi untuk black campaign menjatuhkan dia,&amp;rdquo; tukasnya.Namun demikian, kata Didien, bisa jadi untuk tujuan sebaliknya. &amp;ldquo;Satu sisi, bad news is a good news. Meski berita buruk, tapi tetap saja berita bisa untuk mendongkrak dia,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
