<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Heartbreak.com Ditarik dari Pasar?</title><description>Meluncurkan film ke pasaran memang membutuhkan kejelian dalam melihat momentum. Demi menjaga kualitas produk, produser&amp;nbsp;Heartbreak.com&amp;nbsp;berani menarik film dari bioskop akhir tahun lalu.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/05/03/206/328584/mengapa-heartbreak-com-ditarik-dari-pasar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/05/03/206/328584/mengapa-heartbreak-com-ditarik-dari-pasar"/><item><title>Mengapa Heartbreak.com Ditarik dari Pasar?</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/05/03/206/328584/mengapa-heartbreak-com-ditarik-dari-pasar</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/05/03/206/328584/mengapa-heartbreak-com-ditarik-dari-pasar</guid><pubDate>Senin 03 Mei 2010 09:13 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/03/206/328584/PDcO9e1nMN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Sumber: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/03/206/328584/PDcO9e1nMN.jpg</image><title>(Sumber: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Meluncurkan film ke pasaran memang membutuhkan kejelian dalam melihat momentum. Demi menjaga kualitas produk, produser Heartbreak.com&amp;nbsp;berani menarik film dari bioskop akhir tahun lalu.Film Heartbreak.com muncul seiring film-film asing seperti 2012, Sherlock Holmes, dan Old Dogs menyerbu bioskop Indonesia. Apalagi setelah itu muncul Twilight: New Moon yang berhasil menyedot penonton Indonesia hingga terjadi antrean panjang sejak penayangannya.Sutradara film Heartbreak.com, Affandi Abdul Rachman mengatakan secara keseluruhan film ini bagus. &amp;ldquo;Juga ada forum penonton film, dalam 10 tahun penggarapan film di Indonesia, film Heartbreak.com ini masuk nomor delapan,&amp;rdquo; ujarnya ditemui di Jakarta, belum lama ini.Dari situ, kata Affandi, Heartbreak.com dinilai sebagai produk yang benar. &amp;ldquo;Pas saat fenomena penonton, kita sudah kalah promo,&amp;rdquo; kata dia.Fenomena pada Desember itu sudah didominasi dengan beberapa film besar, baik lokal maupun luar negeri. Affandi menjelaskan saat menyadari momen yang kurang tepat itulah, produser memutuskan untuk menarik filmnya.&amp;ldquo;Kita buru-buru langsung tarik film kita. Itu waktu kita tarik, kalau dilihat dari grafik penonton maupun promo dari mulut ke mulut, sudah mulai nyamber dan mulai naik penontonnya,&amp;rdquo; papar dia.Affandi menyontohkan, di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Jambi, grafik penonton mencapai 560-600 penonton. &amp;ldquo;Padahal itu hari kerja,&amp;rdquo; imbuhnya.Biasanya, film baru akan ditarik dari bioskop saat grafik penonton mencapai 300. Affandi meyakinkan, demi menjaga kualitas produk dan kepercayaan sponsor, maka pihak produksi segera menarik film dari bioskop.&amp;ldquo;Kita enggak mau sponsor dikenal dengan film yang kalah tonton,&amp;rdquo; tekadnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Meluncurkan film ke pasaran memang membutuhkan kejelian dalam melihat momentum. Demi menjaga kualitas produk, produser Heartbreak.com&amp;nbsp;berani menarik film dari bioskop akhir tahun lalu.Film Heartbreak.com muncul seiring film-film asing seperti 2012, Sherlock Holmes, dan Old Dogs menyerbu bioskop Indonesia. Apalagi setelah itu muncul Twilight: New Moon yang berhasil menyedot penonton Indonesia hingga terjadi antrean panjang sejak penayangannya.Sutradara film Heartbreak.com, Affandi Abdul Rachman mengatakan secara keseluruhan film ini bagus. &amp;ldquo;Juga ada forum penonton film, dalam 10 tahun penggarapan film di Indonesia, film Heartbreak.com ini masuk nomor delapan,&amp;rdquo; ujarnya ditemui di Jakarta, belum lama ini.Dari situ, kata Affandi, Heartbreak.com dinilai sebagai produk yang benar. &amp;ldquo;Pas saat fenomena penonton, kita sudah kalah promo,&amp;rdquo; kata dia.Fenomena pada Desember itu sudah didominasi dengan beberapa film besar, baik lokal maupun luar negeri. Affandi menjelaskan saat menyadari momen yang kurang tepat itulah, produser memutuskan untuk menarik filmnya.&amp;ldquo;Kita buru-buru langsung tarik film kita. Itu waktu kita tarik, kalau dilihat dari grafik penonton maupun promo dari mulut ke mulut, sudah mulai nyamber dan mulai naik penontonnya,&amp;rdquo; papar dia.Affandi menyontohkan, di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Jambi, grafik penonton mencapai 560-600 penonton. &amp;ldquo;Padahal itu hari kerja,&amp;rdquo; imbuhnya.Biasanya, film baru akan ditarik dari bioskop saat grafik penonton mencapai 300. Affandi meyakinkan, demi menjaga kualitas produk dan kepercayaan sponsor, maka pihak produksi segera menarik film dari bioskop.&amp;ldquo;Kita enggak mau sponsor dikenal dengan film yang kalah tonton,&amp;rdquo; tekadnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
