<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ardina Rasti: Berat Jadi Stripper</title><description>Sosok kalem Ardina Rasti mendadak raib saat dia berbalut busana ala stripper. Peran yang dilakoninya dalam film&amp;nbsp;The Sexy City&amp;nbsp;dirasa berat baginya.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/03/20/206/314442/ardina-rasti-berat-jadi-stripper</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/03/20/206/314442/ardina-rasti-berat-jadi-stripper"/><item><title>Ardina Rasti: Berat Jadi Stripper</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/03/20/206/314442/ardina-rasti-berat-jadi-stripper</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/03/20/206/314442/ardina-rasti-berat-jadi-stripper</guid><pubDate>Sabtu 20 Maret 2010 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/20/206/314442/T3gPrrubbA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ardina Rasti. (Foto: Johan Sompotan/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/20/206/314442/T3gPrrubbA.jpg</image><title>Ardina Rasti. (Foto: Johan Sompotan/okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Sosok kalem Ardina Rasti mendadak raib saat dia berbalut busana ala stripper. Peran yang dilakoninya dalam film The Sexy City dirasa berat baginya.&amp;ldquo;Ini peran pertama aku sebagai stripper. Secara fisik, kostum, dan karakter, beda banget. Lumayan beratlah,&amp;rdquo; ujarnya di Planet Hollywood, Jakarta, Jumat (19/3/2010).Demi berperan total menjadi stripper, Rasti harus menuruni berat badannya sampai 4 Kg. Berat badannya kini 48 Kg. Dia memang dipaksa agar tidak kelebihan berat.&amp;ldquo;Lagian di sini kan aku nari striptease. Jadi perutnya kan pasti terlihat, makanya untuk dapat otot-otot perut dan lengan juga, aku dilatih oleh stripper profesional di lokasi syuting,&amp;rdquo; papar Rasti.Dia mencoba total untuk menampilkan tarian agar tidak terlihat seronok. Bagaimana pun dia rela untuk bergaul dan observasi di lingkungan stripper dalam waktu cukup lama.&amp;ldquo;Aku juga diet parah banget. Karena aku kan doyan makan ya, jadi ngemilnya diganti ama pisang, yoghurt, dan gandum,&amp;rdquo; curhatnya.Rasti hanya membutuhkan waktu dua bulan untuk mengecilkan dan membentuk perutnya. Dia pun menerima risiko menerima peran yang cenderung dinilai sebagai pekerjaan negatif di masyarakat.&amp;ldquo;Aku yakin peran kayak gini enggak akan terulang lagi. Ini drama klasik. Apalagi nama-nama di dalamnya, ada Tio Pakusadewo juga,&amp;rdquo; urainya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Sosok kalem Ardina Rasti mendadak raib saat dia berbalut busana ala stripper. Peran yang dilakoninya dalam film The Sexy City dirasa berat baginya.&amp;ldquo;Ini peran pertama aku sebagai stripper. Secara fisik, kostum, dan karakter, beda banget. Lumayan beratlah,&amp;rdquo; ujarnya di Planet Hollywood, Jakarta, Jumat (19/3/2010).Demi berperan total menjadi stripper, Rasti harus menuruni berat badannya sampai 4 Kg. Berat badannya kini 48 Kg. Dia memang dipaksa agar tidak kelebihan berat.&amp;ldquo;Lagian di sini kan aku nari striptease. Jadi perutnya kan pasti terlihat, makanya untuk dapat otot-otot perut dan lengan juga, aku dilatih oleh stripper profesional di lokasi syuting,&amp;rdquo; papar Rasti.Dia mencoba total untuk menampilkan tarian agar tidak terlihat seronok. Bagaimana pun dia rela untuk bergaul dan observasi di lingkungan stripper dalam waktu cukup lama.&amp;ldquo;Aku juga diet parah banget. Karena aku kan doyan makan ya, jadi ngemilnya diganti ama pisang, yoghurt, dan gandum,&amp;rdquo; curhatnya.Rasti hanya membutuhkan waktu dua bulan untuk mengecilkan dan membentuk perutnya. Dia pun menerima risiko menerima peran yang cenderung dinilai sebagai pekerjaan negatif di masyarakat.&amp;ldquo;Aku yakin peran kayak gini enggak akan terulang lagi. Ini drama klasik. Apalagi nama-nama di dalamnya, ada Tio Pakusadewo juga,&amp;rdquo; urainya.</content:encoded></item></channel></rss>
