<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Musisi Tua Melarat, Krisbiantoro Bentuk Prisindo</title><description>Muda Berjaya, tua melarat, itulah gambaran musisi Indonesia saat ini. Karena fakta tersebut, musisi senior Krisbiantoro tergerak membentuk organisasi Prisindo (The Protection and Administration of Music Performers Rights).</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/03/04/205/309088/banyak-musisi-tua-melarat-krisbiantoro-bentuk-prisindo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/03/04/205/309088/banyak-musisi-tua-melarat-krisbiantoro-bentuk-prisindo"/><item><title>Banyak Musisi Tua Melarat, Krisbiantoro Bentuk Prisindo</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/03/04/205/309088/banyak-musisi-tua-melarat-krisbiantoro-bentuk-prisindo</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/03/04/205/309088/banyak-musisi-tua-melarat-krisbiantoro-bentuk-prisindo</guid><pubDate>Kamis 04 Maret 2010 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/04/205/309088/pRqtMNHIBQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: photobucket)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/04/205/309088/pRqtMNHIBQ.jpg</image><title>(foto: photobucket)</title></images><description>JAKARTA- Muda Berjaya, tua melarat, itulah gambaran musisi Indonesia saat ini. Karena fakta tersebut, musisi senior Krisbiantoro tergerak membentuk organisasi Prisindo (The Protection and Administration of Music Performers Rights).&amp;ldquo;Prisindo merupakan salah satu lembaga yang menaungi hak-hak musisi dan penyanyi Indonesia. Namun tidak berhubungan hak dengan hak cipta, karena hanya mengurusi penggunaan karya musisi yang dipakai publik,&amp;rdquo; jelas Krisbiantoro di Hotel Century, Jakarta, Rabu (3/3/2010).Krisbiantoto mengaku membentuk organisasi tersebut Juli 2009, disebabkan dia ingin memberikan sumbangan yang berarti di dunia musisi.&amp;ldquo;Karena lama-lama saya merasa berdosa juga. Umur saya 72 tahun, dan 55 tahun saya sudah berkarya sebagai pemain musik. Tapi belum ada sumbangan apa-apa karena masih banyak musisi di hari tuanya melarat. Karena dari jaman Jepang, Belanda tetap yang musisi yang muda yang kaya raya tapi tuanya jatuh melarat,&amp;rdquo; paparnya.Pria yang akrab disapa Kris ini juga menggandeng The International Federation of Musicians (FIM) untuk membantu mengatasi masalah tersebut. &amp;ldquo;Kenapa orang Eropa mau bantu? Di sini terlihat seperti merasa senasib dan sepenanggungan tidak ada batas dalam pemikiran. Mereka ingin jangan ada yang mati melarat pada hari tuanya,&amp;rdquo; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Muda Berjaya, tua melarat, itulah gambaran musisi Indonesia saat ini. Karena fakta tersebut, musisi senior Krisbiantoro tergerak membentuk organisasi Prisindo (The Protection and Administration of Music Performers Rights).&amp;ldquo;Prisindo merupakan salah satu lembaga yang menaungi hak-hak musisi dan penyanyi Indonesia. Namun tidak berhubungan hak dengan hak cipta, karena hanya mengurusi penggunaan karya musisi yang dipakai publik,&amp;rdquo; jelas Krisbiantoro di Hotel Century, Jakarta, Rabu (3/3/2010).Krisbiantoto mengaku membentuk organisasi tersebut Juli 2009, disebabkan dia ingin memberikan sumbangan yang berarti di dunia musisi.&amp;ldquo;Karena lama-lama saya merasa berdosa juga. Umur saya 72 tahun, dan 55 tahun saya sudah berkarya sebagai pemain musik. Tapi belum ada sumbangan apa-apa karena masih banyak musisi di hari tuanya melarat. Karena dari jaman Jepang, Belanda tetap yang musisi yang muda yang kaya raya tapi tuanya jatuh melarat,&amp;rdquo; paparnya.Pria yang akrab disapa Kris ini juga menggandeng The International Federation of Musicians (FIM) untuk membantu mengatasi masalah tersebut. &amp;ldquo;Kenapa orang Eropa mau bantu? Di sini terlihat seperti merasa senasib dan sepenanggungan tidak ada batas dalam pemikiran. Mereka ingin jangan ada yang mati melarat pada hari tuanya,&amp;rdquo; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
