<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ada Pilihan, Film Horor Esek-Esek Ditelan Juga</title><description>Produser PT Merantau Films Ario Sugiantoro tidak mau latah membuat film-film horor berbumbu seks. Menurutnya, masyarakat sudah jenuh dengan film tersebut hanya saja karena haus hiburan dan tak ada pilihan, akhirnya ditelan juga.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/02/24/206/306675/tak-ada-pilihan-film-horor-esek-esek-ditelan-juga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/02/24/206/306675/tak-ada-pilihan-film-horor-esek-esek-ditelan-juga"/><item><title>Tak Ada Pilihan, Film Horor Esek-Esek Ditelan Juga</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/02/24/206/306675/tak-ada-pilihan-film-horor-esek-esek-ditelan-juga</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/02/24/206/306675/tak-ada-pilihan-film-horor-esek-esek-ditelan-juga</guid><pubDate>Rabu 24 Februari 2010 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/24/206/306675/QfZJKouNQa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/24/206/306675/QfZJKouNQa.jpg</image><title>(Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Produser PT Merantau Films Ario Sugiantoro tidak mau latah membuat film-film horor berbumbu seks. Menurutnya, masyarakat sudah jenuh dengan film tersebut hanya saja karena haus hiburan dan tak ada pilihan, akhirnya ditelan juga.&amp;ldquo;Kita sebenarnya penggemar film action. Kita mengalir saja,&amp;rdquo; ujarnya ditemui di Gramedia Matraman, Jakarta, Selasa (23/2/2010).Dia mengatakan, Merantau Films mencoba mengambil pasar baru untuk memberikan pilihan bagi masyarakat yang haus hiburan. &amp;ldquo;Jadi kita coba pasar baru dan kasih genre baru, dan diterima dengan tangan terbuka,&amp;rdquo; kata dia.Rencananya, PT Merantau Films akan membuat beberapa film dengan genre action juga. &amp;ldquo;Sampai saat ini 3-5 film kita ke depan masih akan terus film action dan silat,&amp;rdquo; ungkap Ario.Meski diakui, Ario bukanlah produser yang antibumbu seks. Dia menegaskan bukan sineas idealis. Contohnya, di dalam film Merantau saja disuguhkan adegan pemerkosaan.&amp;ldquo;Itu karena kebutuhan script saja. Selama adegan seks itu bukan membumbui film kita, mengapa tidak,&amp;rdquo; ujarnya.Ario menjelaskan, film-film berbumbu seks memang sejak awal sengaja dikonsep seperti itu agar filmnya meledak. &amp;ldquo;Tapi kalau kita kalau itu bagian dari cerita dan kita lihat tidak perlu bisa kita hilangkan,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Produser PT Merantau Films Ario Sugiantoro tidak mau latah membuat film-film horor berbumbu seks. Menurutnya, masyarakat sudah jenuh dengan film tersebut hanya saja karena haus hiburan dan tak ada pilihan, akhirnya ditelan juga.&amp;ldquo;Kita sebenarnya penggemar film action. Kita mengalir saja,&amp;rdquo; ujarnya ditemui di Gramedia Matraman, Jakarta, Selasa (23/2/2010).Dia mengatakan, Merantau Films mencoba mengambil pasar baru untuk memberikan pilihan bagi masyarakat yang haus hiburan. &amp;ldquo;Jadi kita coba pasar baru dan kasih genre baru, dan diterima dengan tangan terbuka,&amp;rdquo; kata dia.Rencananya, PT Merantau Films akan membuat beberapa film dengan genre action juga. &amp;ldquo;Sampai saat ini 3-5 film kita ke depan masih akan terus film action dan silat,&amp;rdquo; ungkap Ario.Meski diakui, Ario bukanlah produser yang antibumbu seks. Dia menegaskan bukan sineas idealis. Contohnya, di dalam film Merantau saja disuguhkan adegan pemerkosaan.&amp;ldquo;Itu karena kebutuhan script saja. Selama adegan seks itu bukan membumbui film kita, mengapa tidak,&amp;rdquo; ujarnya.Ario menjelaskan, film-film berbumbu seks memang sejak awal sengaja dikonsep seperti itu agar filmnya meledak. &amp;ldquo;Tapi kalau kita kalau itu bagian dari cerita dan kita lihat tidak perlu bisa kita hilangkan,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
