<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Shireen Jadi Saksi, Mark Sungkar Merasa Diadu Domba</title><description>Sidang perceraian Mark Sungkar dan Fanny Bauty semakin memanas. Apalagi setelah pihak Fanny menghadirkan Shireen Sungkar sebagai saksi, Mark semakin merasa diadu domba.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/02/10/33/302397/shireen-jadi-saksi-mark-sungkar-merasa-diadu-domba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/02/10/33/302397/shireen-jadi-saksi-mark-sungkar-merasa-diadu-domba"/><item><title>Shireen Jadi Saksi, Mark Sungkar Merasa Diadu Domba</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/02/10/33/302397/shireen-jadi-saksi-mark-sungkar-merasa-diadu-domba</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/02/10/33/302397/shireen-jadi-saksi-mark-sungkar-merasa-diadu-domba</guid><pubDate>Rabu 10 Februari 2010 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/10/33/302397/d5zcB9f470.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mark Sungkar. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/10/33/302397/d5zcB9f470.jpg</image><title>Mark Sungkar. (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Sidang perceraian Mark Sungkar dan Fanny Bauty semakin memanas. Apalagi setelah pihak Fanny menghadirkan Shireen Sungkar sebagai saksi, Mark semakin merasa diadu domba.&amp;ldquo;Agenda hari ini saya membawa kebenaran dan mendengarkan saksi-saksi yang menceritakan kebohongan. Yang disaksikan dari mamanya Fanny (Arliani Bauty), satu orang kakaknya (Linda Bauty), dan satu kakak angkat (Beby),&amp;rdquo; ungkapnya saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, Rabu (10/2/2010).Mark mengatakan, saksi yang dia hadirkan tidak melibatkan keluarga. Apalagi menurutnya, perkawinan itu bukan hanya suami istri, tapi menyangkut dua keluarga besar.&amp;ldquo;Ketika diadu seperti ini dan pecah, ini bukan konsep keluarga besar kami,&amp;rdquo; tegas Mark.Kuasa hukum Mark yang mendampingi mengatakan keterangan saksi-saksi dari pihak Fanny tidak berbobot. &amp;ldquo;Nilainya kurang karena itu dari cerita bukan melihat langsung, seharusnya ini kan melihat langsung,&amp;rdquo; kata dia.Kedatangan anak-anak ke persidangan membuat Mark terkejut. Dia bahkan marah karena merasa anak-anak dikorbankan. &amp;ldquo;Ini sangat zolim. Itu yang saya sayangkan,&amp;rdquo; kata dia.Mark tak ingin anak-anaknya depresi setelah datang ke pengadilan. Dari proses perceraian, hal itulah yang dia takutkan.&amp;ldquo;Saya sangat, sangat marah, dan kecewa,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sidang perceraian Mark Sungkar dan Fanny Bauty semakin memanas. Apalagi setelah pihak Fanny menghadirkan Shireen Sungkar sebagai saksi, Mark semakin merasa diadu domba.&amp;ldquo;Agenda hari ini saya membawa kebenaran dan mendengarkan saksi-saksi yang menceritakan kebohongan. Yang disaksikan dari mamanya Fanny (Arliani Bauty), satu orang kakaknya (Linda Bauty), dan satu kakak angkat (Beby),&amp;rdquo; ungkapnya saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, Rabu (10/2/2010).Mark mengatakan, saksi yang dia hadirkan tidak melibatkan keluarga. Apalagi menurutnya, perkawinan itu bukan hanya suami istri, tapi menyangkut dua keluarga besar.&amp;ldquo;Ketika diadu seperti ini dan pecah, ini bukan konsep keluarga besar kami,&amp;rdquo; tegas Mark.Kuasa hukum Mark yang mendampingi mengatakan keterangan saksi-saksi dari pihak Fanny tidak berbobot. &amp;ldquo;Nilainya kurang karena itu dari cerita bukan melihat langsung, seharusnya ini kan melihat langsung,&amp;rdquo; kata dia.Kedatangan anak-anak ke persidangan membuat Mark terkejut. Dia bahkan marah karena merasa anak-anak dikorbankan. &amp;ldquo;Ini sangat zolim. Itu yang saya sayangkan,&amp;rdquo; kata dia.Mark tak ingin anak-anaknya depresi setelah datang ke pengadilan. Dari proses perceraian, hal itulah yang dia takutkan.&amp;ldquo;Saya sangat, sangat marah, dan kecewa,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
