<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag: Infotainment Harus Disepakati Media dan Pemerintah</title><description>Menteri Agama Suryadharma Ali menyikapi polemik infotainment di masyarakat dengan mengimbau agar media dan pemerintah melakukan kerjasama dan membuat kesepakatan.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/01/12/33/293466/menag-infotainment-harus-disepakati-media-dan-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2010/01/12/33/293466/menag-infotainment-harus-disepakati-media-dan-pemerintah"/><item><title>Menag: Infotainment Harus Disepakati Media dan Pemerintah</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2010/01/12/33/293466/menag-infotainment-harus-disepakati-media-dan-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2010/01/12/33/293466/menag-infotainment-harus-disepakati-media-dan-pemerintah</guid><pubDate>Selasa 12 Januari 2010 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/12/33/293466/FzB9PbkoH0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suryadharma Ali. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/12/33/293466/FzB9PbkoH0.jpg</image><title>Suryadharma Ali. (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali menyikapi polemik infotainment di masyarakat dengan mengimbau agar media dan pemerintah melakukan kerjasama dan membuat kesepakatan.&amp;ldquo;Kami kapasitasnya hanya mengimbau, prinsipnya harus terjadi kerjasama dan kesepakatan antara perusahaan media dan pemerintah untuk sama-sama menjaga moral bangsa demi kebaikan negeri ini,&amp;rdquo; ujarnya ditemui di Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2010).Suryadharma yang juga Ketua Umum PPP melihat pengertian gibah dan infotainment ada benang merahnya. Menurutnya, jika dilihat dari perspektif hukum Islam, privasi seseorang tanpa memandang agama, suku, dan agama.&amp;ldquo;Dalam infotainment, kehidupan pribadi yang merupakan aurat seseorang justru menjadi sasaran utama. Semakin mendalam berita dan akses pribadi yang didapat dan ditayangkan ke publik, semakin dianggap hebat acara tersebut,&amp;rdquo; paparnya.Suryadharma pun menjelaskan gibah secara tegas menghimpun segala bentuk proses informasi negatif dari narasumber, hingga pendengar menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan sebagai pelaku gibah.&amp;ldquo;Sementara infotaiment dari faktanya sudah jelas-jelas menjadikan informasi pribadi seseorang baik yang positif maupun negatif sebagai tayangan utama,&amp;rdquo; tegasnya.Dia mengambil contoh jika secara pribadi seseorang dibuntuti dan lantas kehidupan pribadinya terus dikorek. Hingga anak di bawah umur pun diinterogasi tentang orangtuanya yang sedang bertengkar. &amp;ldquo;Itu bagaimana,&amp;rdquo; desak Suryadharma.Dia pun menambahkan bahwa batasan infotainment adalah moral yang memang memiliki nilai yang universal. Mengenai dijelek-jelekkan atau tidak, mantan Menteri Koperasi di Kabinet Indonesia Bersatu jilid I ini mengatakan tidak hanya itu saja.&amp;ldquo;Jangan dulu pendekatan agama. Sementara kehidupan rumah tangga pasti mengalami cekcok kemudian dikupas sampai anak-anaknya diinterogasi. Artinya, enak atau tidak,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali menyikapi polemik infotainment di masyarakat dengan mengimbau agar media dan pemerintah melakukan kerjasama dan membuat kesepakatan.&amp;ldquo;Kami kapasitasnya hanya mengimbau, prinsipnya harus terjadi kerjasama dan kesepakatan antara perusahaan media dan pemerintah untuk sama-sama menjaga moral bangsa demi kebaikan negeri ini,&amp;rdquo; ujarnya ditemui di Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2010).Suryadharma yang juga Ketua Umum PPP melihat pengertian gibah dan infotainment ada benang merahnya. Menurutnya, jika dilihat dari perspektif hukum Islam, privasi seseorang tanpa memandang agama, suku, dan agama.&amp;ldquo;Dalam infotainment, kehidupan pribadi yang merupakan aurat seseorang justru menjadi sasaran utama. Semakin mendalam berita dan akses pribadi yang didapat dan ditayangkan ke publik, semakin dianggap hebat acara tersebut,&amp;rdquo; paparnya.Suryadharma pun menjelaskan gibah secara tegas menghimpun segala bentuk proses informasi negatif dari narasumber, hingga pendengar menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan sebagai pelaku gibah.&amp;ldquo;Sementara infotaiment dari faktanya sudah jelas-jelas menjadikan informasi pribadi seseorang baik yang positif maupun negatif sebagai tayangan utama,&amp;rdquo; tegasnya.Dia mengambil contoh jika secara pribadi seseorang dibuntuti dan lantas kehidupan pribadinya terus dikorek. Hingga anak di bawah umur pun diinterogasi tentang orangtuanya yang sedang bertengkar. &amp;ldquo;Itu bagaimana,&amp;rdquo; desak Suryadharma.Dia pun menambahkan bahwa batasan infotainment adalah moral yang memang memiliki nilai yang universal. Mengenai dijelek-jelekkan atau tidak, mantan Menteri Koperasi di Kabinet Indonesia Bersatu jilid I ini mengatakan tidak hanya itu saja.&amp;ldquo;Jangan dulu pendekatan agama. Sementara kehidupan rumah tangga pasti mengalami cekcok kemudian dikupas sampai anak-anaknya diinterogasi. Artinya, enak atau tidak,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
