<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Rilis, Bidadari Jakarta Masih Diperdebatkan LSF</title><description>Hanya karena secuil adegan yang berisi kata-kata kasar saja, Bidadari Jakarta merasakan gunting tajam Lembaga Sensor Film (LSF). Namun sang produser Linda Rahman tak ingin berhenti berjuang.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/12/31/33/289777/jelang-rilis-bidadari-jakarta-masih-diperdebatkan-lsf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/12/31/33/289777/jelang-rilis-bidadari-jakarta-masih-diperdebatkan-lsf"/><item><title>Jelang Rilis, Bidadari Jakarta Masih Diperdebatkan LSF</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/12/31/33/289777/jelang-rilis-bidadari-jakarta-masih-diperdebatkan-lsf</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/12/31/33/289777/jelang-rilis-bidadari-jakarta-masih-diperdebatkan-lsf</guid><pubDate>Kamis 31 Desember 2009 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/31/33/289777/LvcFSha5Wz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/31/33/289777/LvcFSha5Wz.jpg</image><title>(Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hanya karena secuil adegan yang berisi kata-kata kasar saja, Bidadari Jakarta merasakan gunting tajam Lembaga Sensor Film (LSF). Namun sang produser Linda Rahman tak ingin berhenti berjuang.&amp;ldquo;Saat ini kita masih adu argumen. Mas Nanang juga sekarang masih mengupayakan di LSF. Kita harus usahakan dan harus terus diusahakan,&amp;rdquo; tekadnya saat berbincang di Jalan Dermaga Raya 116, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2009).Menurutnya, film ini bermaksud menyambung lidah anak-anak jalanan. &amp;ldquo;Kalau sampai dipotong, jadi enggak sampai pesannya,&amp;rdquo; tambah dia.Linda meminta LSF untuk tidak menutup mata. Dia meminta agar tidak melihat Jakarta dari sisi bagusnya saja.&amp;ldquo;Coba saja lihat dulu filmnya. Jadi kita malah dianggap ambil sisi jelek Jakarta. Padahal itu memang realita,&amp;rdquo; ungkap Linda.Dia menceritakan Bidadari Jakarta mengisahkan tentang kondisi ibukota Indonesia yang sebenarnya. Sebagai produser, Linda ingin menampilkan realita di layar lebar tanpa membohongi penonton.&amp;ldquo;Kita mengangkat keseluruhan sisi sosial Jakarta. Mulai dari premanisme atau berebut lahan parkir. Peristiwa sodomi atau kehidupan para PSK. Itu yang kita angkat,&amp;rdquo; urainya.Linda berharap dengan mengangkat potret lain dari Jakarta, orang-orang bisa belakar dan tidak terjebak dalam lembah hitam Jakarta.Film Bidadari Jakarta rencananya akan diluncurkan pada 7 Januari 2010. Film yang menawarkan idealisme demi pesan tentang sisi lain realita kehidupan Jakarta masih dihadang oleh LSF.</description><content:encoded>JAKARTA - Hanya karena secuil adegan yang berisi kata-kata kasar saja, Bidadari Jakarta merasakan gunting tajam Lembaga Sensor Film (LSF). Namun sang produser Linda Rahman tak ingin berhenti berjuang.&amp;ldquo;Saat ini kita masih adu argumen. Mas Nanang juga sekarang masih mengupayakan di LSF. Kita harus usahakan dan harus terus diusahakan,&amp;rdquo; tekadnya saat berbincang di Jalan Dermaga Raya 116, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2009).Menurutnya, film ini bermaksud menyambung lidah anak-anak jalanan. &amp;ldquo;Kalau sampai dipotong, jadi enggak sampai pesannya,&amp;rdquo; tambah dia.Linda meminta LSF untuk tidak menutup mata. Dia meminta agar tidak melihat Jakarta dari sisi bagusnya saja.&amp;ldquo;Coba saja lihat dulu filmnya. Jadi kita malah dianggap ambil sisi jelek Jakarta. Padahal itu memang realita,&amp;rdquo; ungkap Linda.Dia menceritakan Bidadari Jakarta mengisahkan tentang kondisi ibukota Indonesia yang sebenarnya. Sebagai produser, Linda ingin menampilkan realita di layar lebar tanpa membohongi penonton.&amp;ldquo;Kita mengangkat keseluruhan sisi sosial Jakarta. Mulai dari premanisme atau berebut lahan parkir. Peristiwa sodomi atau kehidupan para PSK. Itu yang kita angkat,&amp;rdquo; urainya.Linda berharap dengan mengangkat potret lain dari Jakarta, orang-orang bisa belakar dan tidak terjebak dalam lembah hitam Jakarta.Film Bidadari Jakarta rencananya akan diluncurkan pada 7 Januari 2010. Film yang menawarkan idealisme demi pesan tentang sisi lain realita kehidupan Jakarta masih dihadang oleh LSF.</content:encoded></item></channel></rss>
