<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dhini Aminarti Ingat Dimandikan Mama</title><description>Rasa haru menyeruak ke dalam hati Dhini Aminarti saat melakoni ritual siraman jelang pernikahan 12 Desember 2009. Dhini menangis. Dia terkenang saat kecil dimandikan ibundanya.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/12/10/33/283788/dhini-aminarti-ingat-dimandikan-mama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/12/10/33/283788/dhini-aminarti-ingat-dimandikan-mama"/><item><title>Dhini Aminarti Ingat Dimandikan Mama</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/12/10/33/283788/dhini-aminarti-ingat-dimandikan-mama</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/12/10/33/283788/dhini-aminarti-ingat-dimandikan-mama</guid><pubDate>Kamis 10 Desember 2009 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Tomi Tresnady</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/10/33/283788/hcrxy7QYqk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dhini Aminarti (Foto:Tomi Tresnady/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/10/33/283788/hcrxy7QYqk.jpg</image><title>Dhini Aminarti (Foto:Tomi Tresnady/okezone)</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}   JAKARTA - Rasa haru menyeruak ke dalam hati Dhini Aminarti saat melakoni ritual siraman jelang pernikahan 12 Desember 2009. Dhini menangis. Dia terkenang saat kecil dimandikan ibundanya.  &amp;quot;Aku sedih. Sudah dirawat sama mama dan papa dari kecil. Selama 26 tahun selalu bareng-bareng. Kebayang masa kecil suka dimandiin sama mama. Sekarang sudah enggak bisa dimandkann lagi,&amp;quot; tutur Dhini di rumahnya Jalan Gotong Royong 37, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2009).  Selain kenangan dimandikan sang mama, Dhini juga teringat saat dulu sering disuapi mamanya makan. Semua kenangan itu memenuhi benak calon istri Dimas Seto ini hingga membuatnya menangis.  &amp;quot;Rasanya campur aduk, terharu. Aku sedih bukan karena enggak bisa bareng lagi sama mereka (orangtua), tapi intensitas pertemuan berkurang karena sudah mau menikah,&amp;quot; imbuh Dhini.  Dhini menjalani siraman lantaran memang sudah menjadi impiannya sejak kecil.  &amp;quot;Dari kecil aku ingin kalau nikah pakai siraman. Selain karena itu tradisi keluarga, siraman mempunyai makna membersihkan lahir batin. Tadi sempat dimandikan (disiram) orangtua,&amp;quot; jelas presenter cantik ini.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}   JAKARTA - Rasa haru menyeruak ke dalam hati Dhini Aminarti saat melakoni ritual siraman jelang pernikahan 12 Desember 2009. Dhini menangis. Dia terkenang saat kecil dimandikan ibundanya.  &amp;quot;Aku sedih. Sudah dirawat sama mama dan papa dari kecil. Selama 26 tahun selalu bareng-bareng. Kebayang masa kecil suka dimandiin sama mama. Sekarang sudah enggak bisa dimandkann lagi,&amp;quot; tutur Dhini di rumahnya Jalan Gotong Royong 37, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2009).  Selain kenangan dimandikan sang mama, Dhini juga teringat saat dulu sering disuapi mamanya makan. Semua kenangan itu memenuhi benak calon istri Dimas Seto ini hingga membuatnya menangis.  &amp;quot;Rasanya campur aduk, terharu. Aku sedih bukan karena enggak bisa bareng lagi sama mereka (orangtua), tapi intensitas pertemuan berkurang karena sudah mau menikah,&amp;quot; imbuh Dhini.  Dhini menjalani siraman lantaran memang sudah menjadi impiannya sejak kecil.  &amp;quot;Dari kecil aku ingin kalau nikah pakai siraman. Selain karena itu tradisi keluarga, siraman mempunyai makna membersihkan lahir batin. Tadi sempat dimandikan (disiram) orangtua,&amp;quot; jelas presenter cantik ini.    </content:encoded></item></channel></rss>
