<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramli: Saya Divonis dengan Kematian</title><description>Perancang mode kondang Indonesia, Ramli sejak lama menjalani kemoteraphy penyakit kanker usus stadium 4 yang dideritanya. Namun dia tak ingin berhenti berkarir walau dokter telah memberinya vonis kematian.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/24/33/278762/ramli-saya-divonis-dengan-kematian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/24/33/278762/ramli-saya-divonis-dengan-kematian"/><item><title>Ramli: Saya Divonis dengan Kematian</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/24/33/278762/ramli-saya-divonis-dengan-kematian</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/24/33/278762/ramli-saya-divonis-dengan-kematian</guid><pubDate>Selasa 24 November 2009 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/24/33/278762/JEedo68YDd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Tuty/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/24/33/278762/JEedo68YDd.jpg</image><title>(Foto: Tuty/okezone)</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Perancang mode kondang Indonesia, Ramli sejak lama menjalani kemoteraphy penyakit kanker usus stadium 4 yang dideritanya. Namun dia tak ingin berhenti berkarir walau dokter telah memberinya vonis kematian.  &amp;quot;Hari ini saya harus ke dokter dan harus kemoterapi. Tapi saya tidak mau. Saya divonis dengan kematian,&amp;quot; ujarnya ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (24/11/2009).  Ramli tak ingin masa kreativitasnya harus mati apalagi itu adalah dunianya. Dia yakin, Allah sayang kepadanya karena selama 34 tahun tetap mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri.  &amp;quot;Masa kreatifitas saya juga harus mati? Ini dunia saya yang harus selalu berkarier,&amp;quot; tukas Ramli.  Awalnya dia merasa sakit ketika divonis menderita kanker usus. Perancang yang khas dengan motif batiknya ini pun tak menyerah begitu saja.  &amp;quot;Ketika saya tahu dari teman-teman saya mengenai penyakit yang sama yaitu kanker, itu membuat saya bangkit dan semuanya saya kembalikan kepada Allah. Saya hanya manusia biasa, saya berusaha menjadi yang terbaik,&amp;quot; urainya.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Perancang mode kondang Indonesia, Ramli sejak lama menjalani kemoteraphy penyakit kanker usus stadium 4 yang dideritanya. Namun dia tak ingin berhenti berkarir walau dokter telah memberinya vonis kematian.  &amp;quot;Hari ini saya harus ke dokter dan harus kemoterapi. Tapi saya tidak mau. Saya divonis dengan kematian,&amp;quot; ujarnya ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (24/11/2009).  Ramli tak ingin masa kreativitasnya harus mati apalagi itu adalah dunianya. Dia yakin, Allah sayang kepadanya karena selama 34 tahun tetap mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri.  &amp;quot;Masa kreatifitas saya juga harus mati? Ini dunia saya yang harus selalu berkarier,&amp;quot; tukas Ramli.  Awalnya dia merasa sakit ketika divonis menderita kanker usus. Perancang yang khas dengan motif batiknya ini pun tak menyerah begitu saja.  &amp;quot;Ketika saya tahu dari teman-teman saya mengenai penyakit yang sama yaitu kanker, itu membuat saya bangkit dan semuanya saya kembalikan kepada Allah. Saya hanya manusia biasa, saya berusaha menjadi yang terbaik,&amp;quot; urainya.    </content:encoded></item></channel></rss>
