<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kirana: Larang Film 2012, Pikiran Sempit</title><description>Jika film 2012 dinilai sebagai film yang menggambarkan kiamat, Kirana Larasati berpendapat agar jangan percaya sama film. Adanya larangan penayangan film 2012 dianggapnya sebagai sebuah pikiran yang sempit.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/33/276749/kirana-larang-film-2012-pikiran-sempit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/33/276749/kirana-larang-film-2012-pikiran-sempit"/><item><title>Kirana: Larang Film 2012, Pikiran Sempit</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/33/276749/kirana-larang-film-2012-pikiran-sempit</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/33/276749/kirana-larang-film-2012-pikiran-sempit</guid><pubDate>Rabu 18 November 2009 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/18/33/276749/9DYjPZ8R6z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: dok. SCTV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/18/33/276749/9DYjPZ8R6z.jpg</image><title>(Foto: dok. SCTV)</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Jika film 2012 dinilai sebagai film yang menggambarkan kiamat, Kirana Larasati berpendapat agar jangan percaya sama film. Adanya larangan penayangan film 2012 dianggapnya sebagai sebuah pikiran yang sempit.  &amp;quot;Ini hanya hiburan, hanya film. Enggak usah menyalahkan film, tapi salahkan peramal yang ada di sini,&amp;quot; tegasnya saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2009).  Menurut Kirana, jika penggambaran bencana alam global yang dahsyat menyebabkan takut mati, menurutnya tak perlu menunggu kiamat.  &amp;quot;Nanti juga kalau waktunya di mobil mati, ya mati saja. Mengapa mesti khawatir? Aku ibadah enggak menunggu mau kiamat,&amp;quot; kata dia.  Film 2012 tak perlu dilarang. &amp;quot;Itu pikiran sempit. Itu aturan yang menyetir masyarakat, tindakan orang (menonton film) jangan disetir,&amp;quot; tegasnya.  Kirana enggan berkomentar mengenai pantas tidaknya Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang. Menurutnya, ada lembaga resmi yakni Lembaga Sensor Film (LSF) yang layak memutuskan.  &amp;quot;Nikmati saja karena mereka (pembuat film) jago di bidangnya dan pasti layak ditonton,&amp;quot; pungkas Kirana.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Jika film 2012 dinilai sebagai film yang menggambarkan kiamat, Kirana Larasati berpendapat agar jangan percaya sama film. Adanya larangan penayangan film 2012 dianggapnya sebagai sebuah pikiran yang sempit.  &amp;quot;Ini hanya hiburan, hanya film. Enggak usah menyalahkan film, tapi salahkan peramal yang ada di sini,&amp;quot; tegasnya saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2009).  Menurut Kirana, jika penggambaran bencana alam global yang dahsyat menyebabkan takut mati, menurutnya tak perlu menunggu kiamat.  &amp;quot;Nanti juga kalau waktunya di mobil mati, ya mati saja. Mengapa mesti khawatir? Aku ibadah enggak menunggu mau kiamat,&amp;quot; kata dia.  Film 2012 tak perlu dilarang. &amp;quot;Itu pikiran sempit. Itu aturan yang menyetir masyarakat, tindakan orang (menonton film) jangan disetir,&amp;quot; tegasnya.  Kirana enggan berkomentar mengenai pantas tidaknya Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang. Menurutnya, ada lembaga resmi yakni Lembaga Sensor Film (LSF) yang layak memutuskan.  &amp;quot;Nikmati saja karena mereka (pembuat film) jago di bidangnya dan pasti layak ditonton,&amp;quot; pungkas Kirana.    </content:encoded></item></channel></rss>
