<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trik Marketing Film 2012 Sukses Sedot Penonton</title><description>Semakin menjadi kontroversi, film 2012 semakin ramai ditonton orang. Menurut Edrick Chandra, tim marketing film tersebut sukses menjalankan misi menyedot penonton.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/206/276952/trik-marketing-film-2012-sukses-sedot-penonton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/206/276952/trik-marketing-film-2012-sukses-sedot-penonton"/><item><title>Trik Marketing Film 2012 Sukses Sedot Penonton</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/206/276952/trik-marketing-film-2012-sukses-sedot-penonton</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/206/276952/trik-marketing-film-2012-sukses-sedot-penonton</guid><pubDate>Rabu 18 November 2009 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Tomi Tresnady</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/18/206/276952/qh4zcL1iE8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Edrick Chandra (Foto:Tomi Tresnady/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/18/206/276952/qh4zcL1iE8.jpg</image><title>Edrick Chandra (Foto:Tomi Tresnady/okezone)</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Semakin menjadi kontroversi, film 2012 semakin ramai ditonton orang. Menurut Edrick Chandra, tim marketing film tersebut sukses menjalankan misi menyedot penonton.  &amp;quot;Berhasil banget tim marketingnya. Orang-orang jadi ingin nonton. Marketingnya hebat,&amp;quot; kata Edrick di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (18/11/2009).  Bintang Extravaganza ini tak peduli soal pelarangan nonton 2012 yang bakal dicetuskan Majelis Ulama Indonesia (MUI).  &amp;quot;Enggak masalah dilarang atau enggak dilarang. Gue sih nonton film itu sebagai hiburan. Film itu seperti The Day After Tomorrow. Gue penasaran animasinya sebagus apa,&amp;quot; jelas pria berkulit putih ini.  Film 2012 menuai kontroversi karena membuat orang bertanya-tanya tentang kehancuran bumi yang diramalkan terjadi pada tahun 2012. Daripada memercayai ramalan manusia, Edrick memilih percaya Tuhan.  &amp;quot;Gue percaya sama Tuhan. Kalau percaya sama ramalan, itu namanya musyrik. Kiamat itu seperti pencuri yang kalau masuk kita enggak tahu datangnya kapan,&amp;quot; tukas aktor yang sering kebagian peran gemulai ini.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Semakin menjadi kontroversi, film 2012 semakin ramai ditonton orang. Menurut Edrick Chandra, tim marketing film tersebut sukses menjalankan misi menyedot penonton.  &amp;quot;Berhasil banget tim marketingnya. Orang-orang jadi ingin nonton. Marketingnya hebat,&amp;quot; kata Edrick di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (18/11/2009).  Bintang Extravaganza ini tak peduli soal pelarangan nonton 2012 yang bakal dicetuskan Majelis Ulama Indonesia (MUI).  &amp;quot;Enggak masalah dilarang atau enggak dilarang. Gue sih nonton film itu sebagai hiburan. Film itu seperti The Day After Tomorrow. Gue penasaran animasinya sebagus apa,&amp;quot; jelas pria berkulit putih ini.  Film 2012 menuai kontroversi karena membuat orang bertanya-tanya tentang kehancuran bumi yang diramalkan terjadi pada tahun 2012. Daripada memercayai ramalan manusia, Edrick memilih percaya Tuhan.  &amp;quot;Gue percaya sama Tuhan. Kalau percaya sama ramalan, itu namanya musyrik. Kiamat itu seperti pencuri yang kalau masuk kita enggak tahu datangnya kapan,&amp;quot; tukas aktor yang sering kebagian peran gemulai ini.    </content:encoded></item></channel></rss>
