<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI: Lebih Baik Nonton Emak Ingin Naik Haji</title><description>Setelah sejumlah pengurus daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) tegas melarang masyarakat nonton film 2012, Ketua MUI Pusat Amidan kedapatan tengah menonton film Emak Ingin Naik Haji.  </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/206/276814/mui-lebih-baik-nonton-emak-ingin-naik-haji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/206/276814/mui-lebih-baik-nonton-emak-ingin-naik-haji"/><item><title>MUI: Lebih Baik Nonton Emak Ingin Naik Haji</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/206/276814/mui-lebih-baik-nonton-emak-ingin-naik-haji</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/18/206/276814/mui-lebih-baik-nonton-emak-ingin-naik-haji</guid><pubDate>Rabu 18 November 2009 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/18/206/276814/SoKQGiEYTR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/18/206/276814/SoKQGiEYTR.jpg</image><title>(foto: okezone.com)</title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Setelah sejumlah pengurus daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) tegas melarang masyarakat nonton film 2012, Ketua MUI Pusat Amidan kedapatan tengah menonton film Emak Ingin Naik Haji.  &amp;quot;Daripada nonton film 2012 lebih baik nonton film ini,&amp;quot; kata Amidan seakan berpromosi, di sela premiere film Emak Ingin Naik Haji di Plaza Senayan,Jakarta, Selasa (17/11/2009).  Amidan menilai film ini bernuansa agama dan merupakan film yang terbaik untuk saat ini. &amp;quot;Sebaliknya dari 2012. 2012 itu namanya fiksi. Fiksi itu jenis film yang tidak berdasarkan kenyataan. Kalau film ini berdasarkan kenyataan,&amp;quot; paparnya.  Menurut Amidan seharusnya masyarakat bertobat dengan menonton film Emak Ingin Baik Haji. Karena di dalam film ini digambarkan bagaimana bertobat di depan Kabah.    </description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Setelah sejumlah pengurus daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) tegas melarang masyarakat nonton film 2012, Ketua MUI Pusat Amidan kedapatan tengah menonton film Emak Ingin Naik Haji.  &amp;quot;Daripada nonton film 2012 lebih baik nonton film ini,&amp;quot; kata Amidan seakan berpromosi, di sela premiere film Emak Ingin Naik Haji di Plaza Senayan,Jakarta, Selasa (17/11/2009).  Amidan menilai film ini bernuansa agama dan merupakan film yang terbaik untuk saat ini. &amp;quot;Sebaliknya dari 2012. 2012 itu namanya fiksi. Fiksi itu jenis film yang tidak berdasarkan kenyataan. Kalau film ini berdasarkan kenyataan,&amp;quot; paparnya.  Menurut Amidan seharusnya masyarakat bertobat dengan menonton film Emak Ingin Baik Haji. Karena di dalam film ini digambarkan bagaimana bertobat di depan Kabah.    </content:encoded></item></channel></rss>
