<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gading Minta Jangan Sebut 'Cicak vs Buaya' Lagi</title><description>Gading Marten gerah mendengar istilah cicak dan buaya dalam kasus KPK-Polisi. Menurutnya, dua institusi itu sama-sama punya tugas penegakan hukum.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/12/33/274731/gading-minta-jangan-sebut-cicak-vs-buaya-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/12/33/274731/gading-minta-jangan-sebut-cicak-vs-buaya-lagi"/><item><title>Gading Minta Jangan Sebut 'Cicak vs Buaya' Lagi</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/12/33/274731/gading-minta-jangan-sebut-cicak-vs-buaya-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/12/33/274731/gading-minta-jangan-sebut-cicak-vs-buaya-lagi</guid><pubDate>Kamis 12 November 2009 10:22 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/12/33/274731/YZGPuXIqb8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/12/33/274731/YZGPuXIqb8.jpg</image><title>(Foto: okezone)</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Gading Marten gerah mendengar istilah cicak dan buaya dalam kasus KPK-Polisi. Menurutnya, dua institusi itu sama-sama punya tugas penegakan hukum.  &amp;quot;Cica buaya itu jangan sampai terucap lagi. Cicak kan susah matinya, buntutnya lepas saja masih goyang-goyang. Sedangkan buaya binatang yang bertahan hidupnya bisa lama,&amp;quot; papar presenter acara musik Inbox itu ditemui di Hardrock Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2009).  Gading menegaskan, sebaiknya masyarakat menyebut dua institusi yang memiliki kekuatan itu dengan nama institusinya.  &amp;quot;Polisi ya polisi. KPK ya KPK. Masing-masing punya tugas. Ini kan dua institusi yang seharusnya membuat Indonesia menjadi lebih baik dengan bekerja sama,&amp;quot; ungkapnya.  Putra pasangan Roy Marten dan Anna Maria ini menilai Indonesia memang negara hukum. Namun, kata dia, hukum di Indonesia mudah dan bisa dibeli.  &amp;quot;Nah, dengan pemerintah yang baru harus dibuktikan di sini,&amp;quot; tegasnya.  Menurut pengalaman, Gading memang pernah takut jika melihat polisi di jalan. Itu juga karena dia sudah salah.  &amp;quot;Kalau kita sudah salah, pasti deg-degan kalau lihat polisi di pinggir jalan saja takut. Kalau kita enggak salah, ya enggak usah takut,&amp;quot; tandasnya.  Gading berharap kasus KPK-Polri segera diselesaikan karena telah mengganggu situasi nasional.  &amp;quot;Jangan sampai kasus gede yang melibatkan orang punya jabatan ini, meresahkan masyarakat,&amp;quot; pungkasnya.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Gading Marten gerah mendengar istilah cicak dan buaya dalam kasus KPK-Polisi. Menurutnya, dua institusi itu sama-sama punya tugas penegakan hukum.  &amp;quot;Cica buaya itu jangan sampai terucap lagi. Cicak kan susah matinya, buntutnya lepas saja masih goyang-goyang. Sedangkan buaya binatang yang bertahan hidupnya bisa lama,&amp;quot; papar presenter acara musik Inbox itu ditemui di Hardrock Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2009).  Gading menegaskan, sebaiknya masyarakat menyebut dua institusi yang memiliki kekuatan itu dengan nama institusinya.  &amp;quot;Polisi ya polisi. KPK ya KPK. Masing-masing punya tugas. Ini kan dua institusi yang seharusnya membuat Indonesia menjadi lebih baik dengan bekerja sama,&amp;quot; ungkapnya.  Putra pasangan Roy Marten dan Anna Maria ini menilai Indonesia memang negara hukum. Namun, kata dia, hukum di Indonesia mudah dan bisa dibeli.  &amp;quot;Nah, dengan pemerintah yang baru harus dibuktikan di sini,&amp;quot; tegasnya.  Menurut pengalaman, Gading memang pernah takut jika melihat polisi di jalan. Itu juga karena dia sudah salah.  &amp;quot;Kalau kita sudah salah, pasti deg-degan kalau lihat polisi di pinggir jalan saja takut. Kalau kita enggak salah, ya enggak usah takut,&amp;quot; tandasnya.  Gading berharap kasus KPK-Polri segera diselesaikan karena telah mengganggu situasi nasional.  &amp;quot;Jangan sampai kasus gede yang melibatkan orang punya jabatan ini, meresahkan masyarakat,&amp;quot; pungkasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
