<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gading Tegang Nonton Sandiwara KPK-Polri</title><description>Kesaksian mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes (Pol) Wiliardi Wizar membelalakkan mata seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali Gading Marten, dia pun mengaku tegang menonton sandiwara hukum yang sedang dimainkan petinggi negeri ini.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/12/33/274712/gading-tegang-nonton-sandiwara-kpk-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/12/33/274712/gading-tegang-nonton-sandiwara-kpk-polri"/><item><title>Gading Tegang Nonton Sandiwara KPK-Polri</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/12/33/274712/gading-tegang-nonton-sandiwara-kpk-polri</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/12/33/274712/gading-tegang-nonton-sandiwara-kpk-polri</guid><pubDate>Kamis 12 November 2009 09:45 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/12/33/274712/iEMOtC9ZFQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Tomi Tresnady/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/12/33/274712/iEMOtC9ZFQ.jpg</image><title>(Foto: Tomi Tresnady/okezone)</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Kesaksian mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes (Pol) Wiliardi Wizar membelalakkan mata seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali Gading Marten, dia pun mengaku tegang menonton sandiwara hukum yang sedang dimainkan petinggi negeri ini.  &amp;quot;Menurut gue ini panggung sandiwara yang sangat luar biasa. Hukum kita bisa dimainkan, penuh intrik, ngalahin rating sinetron karena semua mata tertuju pada kasus ini,&amp;quot; papar putra aktor gaek Roy Marten ini saat ditemui di Hardrock Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2009) malam.  Gading mengatakan, drama KPK-Polri adalah sebuah teguran bagi pemerintah baru. Dia memberi saran jika ingin membawa bangsa ini lebih baik, pemerintah harus membuktikan apakah kasus KPK itu benar-benar rekayasa atau bukan.  &amp;quot;Jangan sampai enggak selesai. Jangan sampai masyarakat dibuat bingung. Orang kuat saja bisa begitu, apalagi masyarakat biasa,&amp;quot; imbuhnya.  Gading menilai, banyak kasus yang menyudutkan polisi. Namun dia yakin tidak semua polisi jelek.  &amp;quot;Semua itu kan hanya oknum yang menyalahgunakan jabatan demi kepentingan sendiri atau golongan tertentu. Kita mesti obyektif,&amp;quot; urainya.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Kesaksian mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes (Pol) Wiliardi Wizar membelalakkan mata seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali Gading Marten, dia pun mengaku tegang menonton sandiwara hukum yang sedang dimainkan petinggi negeri ini.  &amp;quot;Menurut gue ini panggung sandiwara yang sangat luar biasa. Hukum kita bisa dimainkan, penuh intrik, ngalahin rating sinetron karena semua mata tertuju pada kasus ini,&amp;quot; papar putra aktor gaek Roy Marten ini saat ditemui di Hardrock Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2009) malam.  Gading mengatakan, drama KPK-Polri adalah sebuah teguran bagi pemerintah baru. Dia memberi saran jika ingin membawa bangsa ini lebih baik, pemerintah harus membuktikan apakah kasus KPK itu benar-benar rekayasa atau bukan.  &amp;quot;Jangan sampai enggak selesai. Jangan sampai masyarakat dibuat bingung. Orang kuat saja bisa begitu, apalagi masyarakat biasa,&amp;quot; imbuhnya.  Gading menilai, banyak kasus yang menyudutkan polisi. Namun dia yakin tidak semua polisi jelek.  &amp;quot;Semua itu kan hanya oknum yang menyalahgunakan jabatan demi kepentingan sendiri atau golongan tertentu. Kita mesti obyektif,&amp;quot; urainya.    </content:encoded></item></channel></rss>
