<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebelum ke Senayan, Kara Grainger Pemanasan di Depok</title><description>Musisi blues asal Australia tampaknya butuh pemanasan sebelum tampil di Jakarta International Blues Festival 2009. Pasalnya, beberapa jam sebelum tampil di Senayan, dia tampil terlebih dulu di Margo City, Depok, Jawa Barat.  </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/07/205/273240/sebelum-ke-senayan-kara-grainger-pemanasan-di-depok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/07/205/273240/sebelum-ke-senayan-kara-grainger-pemanasan-di-depok"/><item><title>Sebelum ke Senayan, Kara Grainger Pemanasan di Depok</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/07/205/273240/sebelum-ke-senayan-kara-grainger-pemanasan-di-depok</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/11/07/205/273240/sebelum-ke-senayan-kara-grainger-pemanasan-di-depok</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2009 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/07/205/273240/RYK9WKkY6L.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/07/205/273240/RYK9WKkY6L.jpg</image><title></title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}   JAKARTA - Musisi blues asal Australia tampaknya butuh pemanasan sebelum tampil di Jakarta International Blues Festival 2009. Pasalnya, beberapa jam sebelum tampil di Senayan, dia tampil terlebih dulu di Margo City, Depok, Jawa Barat.  &amp;quot;Ini pertama kali ke sini dan 10 tahun yang lalu aku kesini tapi hanya singgah di Bali dan tadi kita membawakan 7 (buah) lagu,&amp;quot; terang Kara di Depok, Sabtu (7/11/2009).  Bagi Kara musik adalah jiwanya, dia menyukai musik, terutama blues. &amp;quot;Kita benar-benar mencintai musisi Amerika seperti Eric Clapton. Saya suka bagaimana mereka bernyanyi dan banyak yang saya sukai,&amp;quot; katanya.  Kara mengaku kedatangannya ke Indonesia, sekaligus untuk mempromosikan album solo pertamanya. Sebelumnya, dia tergabung dalam sebuah grup bernama Papa Lips di Australia.  Bagi Kara, blues adalah musik yang menggunakan feeling dan bisa jadi tempat untuk menuangkan ekspresi. &amp;quot;Jadi, apa yang mereka rasakan pun bisa dijadikan sebuah lagu,&amp;quot; pungkasnya.    </description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}   JAKARTA - Musisi blues asal Australia tampaknya butuh pemanasan sebelum tampil di Jakarta International Blues Festival 2009. Pasalnya, beberapa jam sebelum tampil di Senayan, dia tampil terlebih dulu di Margo City, Depok, Jawa Barat.  &amp;quot;Ini pertama kali ke sini dan 10 tahun yang lalu aku kesini tapi hanya singgah di Bali dan tadi kita membawakan 7 (buah) lagu,&amp;quot; terang Kara di Depok, Sabtu (7/11/2009).  Bagi Kara musik adalah jiwanya, dia menyukai musik, terutama blues. &amp;quot;Kita benar-benar mencintai musisi Amerika seperti Eric Clapton. Saya suka bagaimana mereka bernyanyi dan banyak yang saya sukai,&amp;quot; katanya.  Kara mengaku kedatangannya ke Indonesia, sekaligus untuk mempromosikan album solo pertamanya. Sebelumnya, dia tergabung dalam sebuah grup bernama Papa Lips di Australia.  Bagi Kara, blues adalah musik yang menggunakan feeling dan bisa jadi tempat untuk menuangkan ekspresi. &amp;quot;Jadi, apa yang mereka rasakan pun bisa dijadikan sebuah lagu,&amp;quot; pungkasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
