<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Film Harimau yang Lapar, Ajak Indonesia Berantas Kurang Gizi</title><description>Sebuah film dokumenter yang diberi judul Harimau yang Lapar berkisah tentang ahli gizi India, diluncurkan di Indonesia. Hashim Djojohadikusumo sengaja meluncurkan film ini untuk memberikan contoh bagi masyarakat Indonesia.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/10/28/206/270178/film-harimau-yang-lapar-ajak-indonesia-berantas-kurang-gizi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/10/28/206/270178/film-harimau-yang-lapar-ajak-indonesia-berantas-kurang-gizi"/><item><title>Film Harimau yang Lapar, Ajak Indonesia Berantas Kurang Gizi</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/10/28/206/270178/film-harimau-yang-lapar-ajak-indonesia-berantas-kurang-gizi</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/10/28/206/270178/film-harimau-yang-lapar-ajak-indonesia-berantas-kurang-gizi</guid><pubDate>Rabu 28 Oktober 2009 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/10/28/206/270178/8JRlbI3S8q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Yulianto/Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/10/28/206/270178/8JRlbI3S8q.jpg</image><title>(Foto: Yulianto/Koran SI)</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Sebuah film dokumenter yang diberi judul Harimau yang Lapar berkisah tentang ahli gizi India, diluncurkan di Indonesia. Hashim Djojohadikusumo sengaja meluncurkan film ini untuk memberikan contoh bagi masyarakat Indonesia.  &amp;quot;Di sini (Indonesia) ada problem yang digambarkan karena ada anak yang meninggal kekurangan gizi,&amp;quot; terang Hashim di Hotel Intercontinental, Jalan Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (27/10/2009).  Menurutnya, kisah pakar susu India Dr Verghese Kurien memiliki gagasan agar sapi dan kambing betina jangan dipotong. &amp;quot;Ambil yang jantan saja. ini kisah nyata 55 tahun lalu dan revolusi ini benar-benar menyelamatkan India,&amp;quot; cerita dia.  Latar lokasi syuting film ini dibuat di empat lokasi yakni Rajasthan India, Gujarat, Kepulauan Bali, dan Sumba, Nusa Tenggara Barat.   &amp;quot;Film ini akan dirilis 7 Januari 2010,&amp;quot; tambah adik Prabowo Subianto ini.  Film ini juga akan ditonton pada 1-2 November 2009 di Festival Film Asiatica Film Mediale di Italia.  &amp;quot;Ini akan jadi film pembuka di World Food Summit FAO di PBB 16-18 November di Roma, Italia,&amp;quot; pungkas Hashim.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          JAKARTA - Sebuah film dokumenter yang diberi judul Harimau yang Lapar berkisah tentang ahli gizi India, diluncurkan di Indonesia. Hashim Djojohadikusumo sengaja meluncurkan film ini untuk memberikan contoh bagi masyarakat Indonesia.  &amp;quot;Di sini (Indonesia) ada problem yang digambarkan karena ada anak yang meninggal kekurangan gizi,&amp;quot; terang Hashim di Hotel Intercontinental, Jalan Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (27/10/2009).  Menurutnya, kisah pakar susu India Dr Verghese Kurien memiliki gagasan agar sapi dan kambing betina jangan dipotong. &amp;quot;Ambil yang jantan saja. ini kisah nyata 55 tahun lalu dan revolusi ini benar-benar menyelamatkan India,&amp;quot; cerita dia.  Latar lokasi syuting film ini dibuat di empat lokasi yakni Rajasthan India, Gujarat, Kepulauan Bali, dan Sumba, Nusa Tenggara Barat.   &amp;quot;Film ini akan dirilis 7 Januari 2010,&amp;quot; tambah adik Prabowo Subianto ini.  Film ini juga akan ditonton pada 1-2 November 2009 di Festival Film Asiatica Film Mediale di Italia.  &amp;quot;Ini akan jadi film pembuka di World Food Summit FAO di PBB 16-18 November di Roma, Italia,&amp;quot; pungkas Hashim.    </content:encoded></item></channel></rss>
