<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandji: Malaysia Gak Salah Klaim Budaya Indonesia</title><description>Klaim Malaysia terhadap beberapa warisan budaya Indonesia tak sepenuhnya bisa disalahkan. Pasalnya, justru bangsa Indonesia sendiri yang tidak peduli terhadap budayanya sendiri.  </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/10/03/33/262286/pandji-malaysia-gak-salah-klaim-budaya-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/10/03/33/262286/pandji-malaysia-gak-salah-klaim-budaya-indonesia"/><item><title>Pandji: Malaysia Gak Salah Klaim Budaya Indonesia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/10/03/33/262286/pandji-malaysia-gak-salah-klaim-budaya-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/10/03/33/262286/pandji-malaysia-gak-salah-klaim-budaya-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 03 Oktober 2009 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/10/03/33/262286/RUp22x4ekF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: pandji.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/10/03/33/262286/RUp22x4ekF.jpg</image><title>(foto: pandji.com)</title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Klaim Malaysia terhadap beberapa warisan budaya Indonesia tak sepenuhnya bisa disalahkan. Pasalnya, justru bangsa Indonesia sendiri yang tidak peduli terhadap budayanya sendiri.Penilaian tersebut disampaikan presenter sekaligus rapper Pandji Pragiwaksono saat ditemui di Tugu Proklamasi, Jumat (2/10/2009).  Menurut Pandji, masyarakat Indonesia harus bersikap dewasa mengenai kasus klaim Malaysia ini. &amp;quot;Menurut fakta yang saya dapat di penjara sana (Malaysia) kebanyakan penghuninya sekitar 80 persen orang Indonesia. Itu dari TKI gelap,&amp;quot; katanya.  Para TKI gelap itu, lanjut Pandji, ditipu oleh orang Indonesia sendiri. Nah, jika Indonesia tidak mau dianggap orang-orangnya jahat, maka jangan sebut semua orang Malaysia jahat.   &amp;quot;Itu hanya ulah segelintir orang. Jadi selayaknya kita bijak dalam menyikapi hal itu sebagai generasi penerus bangsa,&amp;quot; pungkasnya.    </description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Klaim Malaysia terhadap beberapa warisan budaya Indonesia tak sepenuhnya bisa disalahkan. Pasalnya, justru bangsa Indonesia sendiri yang tidak peduli terhadap budayanya sendiri.Penilaian tersebut disampaikan presenter sekaligus rapper Pandji Pragiwaksono saat ditemui di Tugu Proklamasi, Jumat (2/10/2009).  Menurut Pandji, masyarakat Indonesia harus bersikap dewasa mengenai kasus klaim Malaysia ini. &amp;quot;Menurut fakta yang saya dapat di penjara sana (Malaysia) kebanyakan penghuninya sekitar 80 persen orang Indonesia. Itu dari TKI gelap,&amp;quot; katanya.  Para TKI gelap itu, lanjut Pandji, ditipu oleh orang Indonesia sendiri. Nah, jika Indonesia tidak mau dianggap orang-orangnya jahat, maka jangan sebut semua orang Malaysia jahat.   &amp;quot;Itu hanya ulah segelintir orang. Jadi selayaknya kita bijak dalam menyikapi hal itu sebagai generasi penerus bangsa,&amp;quot; pungkasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
