<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eko 'Patrio' Sesalkan Biaya Pelantikan Anggota DPR</title><description>Mahalnya biaya serangkaian kegiatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2009-2014 disayangkan banyak pihak. Eko Patrio, salah satu legislator baru mengaku prihatin atas keadaan ini.  </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/09/30/33/261165/eko-patrio-sesalkan-biaya-pelantikan-anggota-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/09/30/33/261165/eko-patrio-sesalkan-biaya-pelantikan-anggota-dpr"/><item><title>Eko 'Patrio' Sesalkan Biaya Pelantikan Anggota DPR</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/09/30/33/261165/eko-patrio-sesalkan-biaya-pelantikan-anggota-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/09/30/33/261165/eko-patrio-sesalkan-biaya-pelantikan-anggota-dpr</guid><pubDate>Rabu 30 September 2009 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Ulfa Eleven Safa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/09/30/33/261165/RZVvernVwb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/09/30/33/261165/RZVvernVwb.jpg</image><title>(foto: okezone)</title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}   JAKARTA - Mahalnya biaya serangkaian kegiatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2009-2014 disayangkan banyak pihak. Eko Patrio, salah satu legislator baru mengaku prihatin atas keadaan ini.  &amp;quot;Harusnya bisa disederhanakan lagi. Untuk apa diadakan tas baru, jas baru, dan nginap di hotel kelas mewah. Toh 60 persen anggota dewan tinggal di Jakarta,&amp;quot; ujar Eko di sela-sela gladi resik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2009).  Kalaupun harus diinapkan di hotel, sambung dia, check in nya tidak perlu di tanggal 28 September 2009. &amp;quot;Tanggal 29 September sampai 1 Oktober saja, kecuali dari daerah mungkin bisa lebih dulu,&amp;quot; terangnya.  Penyambutan anggota dewan yang baru, mulai dari masa orientasi hingga pelantikan menelan biaya sekira 40 miliar. Jumlah tersebut dinilai terlalu besar dan mewah untuk ukuran penyambutan anggota dewan yang baru.  &amp;quot;Lebih baik uangnya digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat,&amp;quot; tandasnya.    </description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}   JAKARTA - Mahalnya biaya serangkaian kegiatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2009-2014 disayangkan banyak pihak. Eko Patrio, salah satu legislator baru mengaku prihatin atas keadaan ini.  &amp;quot;Harusnya bisa disederhanakan lagi. Untuk apa diadakan tas baru, jas baru, dan nginap di hotel kelas mewah. Toh 60 persen anggota dewan tinggal di Jakarta,&amp;quot; ujar Eko di sela-sela gladi resik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2009).  Kalaupun harus diinapkan di hotel, sambung dia, check in nya tidak perlu di tanggal 28 September 2009. &amp;quot;Tanggal 29 September sampai 1 Oktober saja, kecuali dari daerah mungkin bisa lebih dulu,&amp;quot; terangnya.  Penyambutan anggota dewan yang baru, mulai dari masa orientasi hingga pelantikan menelan biaya sekira 40 miliar. Jumlah tersebut dinilai terlalu besar dan mewah untuk ukuran penyambutan anggota dewan yang baru.  &amp;quot;Lebih baik uangnya digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat,&amp;quot; tandasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
