<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Riri Riza Cs Kirim Bunga Duka Cita ke DPR</title><description>Protes atas pengesahan RUU perfilman, Masyarakat Film Indonesia mengirim dua karangan bunga duka cita ke gedung DPR, Jakarta.  </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/09/08/206/255514/riri-riza-cs-kirim-bunga-duka-cita-ke-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/09/08/206/255514/riri-riza-cs-kirim-bunga-duka-cita-ke-dpr"/><item><title>Riri Riza Cs Kirim Bunga Duka Cita ke DPR</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/09/08/206/255514/riri-riza-cs-kirim-bunga-duka-cita-ke-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/09/08/206/255514/riri-riza-cs-kirim-bunga-duka-cita-ke-dpr</guid><pubDate>Selasa 08 September 2009 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/09/08/206/255514/sdJqUoZkW5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: Insaf Albert Tarigan/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/09/08/206/255514/sdJqUoZkW5.jpg</image><title>(foto: Insaf Albert Tarigan/okezone)</title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Protes atas pengesahan RUU perfilman, Masyarakat Film Indonesia mengirim dua karangan bunga duka cita ke gedung DPR, Jakarta.  Karangan bunga tersebut merupakan dianggap simbol matinya perfilman Indonesia akibat pengesahan RUU Perfilman oleh DPR dalam rapat paripurna hari ini, Selasa (8/9/2009).  Sutradara film Riri Riza mengatakan terdapat banyak kelemahan dalam undang-undang tersebut.   Salah satunya birokratisasi pembuatan film dengan mewajibkan pendaftaran film dalam tiap tahapannya serta larangan membuat film yang dapat menimbulkan kebencian yang dianggap Riri tidak memiliki parameter yang jelas.  MFI juga menolak kuota pemutaran film nasional sebesar 60 persen di setiap bioskop dalam kurun waktu 6 bulan.   Â     </description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Protes atas pengesahan RUU perfilman, Masyarakat Film Indonesia mengirim dua karangan bunga duka cita ke gedung DPR, Jakarta.  Karangan bunga tersebut merupakan dianggap simbol matinya perfilman Indonesia akibat pengesahan RUU Perfilman oleh DPR dalam rapat paripurna hari ini, Selasa (8/9/2009).  Sutradara film Riri Riza mengatakan terdapat banyak kelemahan dalam undang-undang tersebut.   Salah satunya birokratisasi pembuatan film dengan mewajibkan pendaftaran film dalam tiap tahapannya serta larangan membuat film yang dapat menimbulkan kebencian yang dianggap Riri tidak memiliki parameter yang jelas.  MFI juga menolak kuota pemutaran film nasional sebesar 60 persen di setiap bioskop dalam kurun waktu 6 bulan.   Â     </content:encoded></item></channel></rss>
