<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dimas Seto: Sentilan Buat Indonesia</title><description>Tindakan Malaysia mengklaim tari Pendet dan kebudayaan Indonesia lainnya dianggap Dimas Seto sebagai sebuah sentilan bagi rakyat negeri ini.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/08/28/33/252240/dimas-seto-sentilan-buat-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/08/28/33/252240/dimas-seto-sentilan-buat-indonesia"/><item><title>Dimas Seto: Sentilan Buat Indonesia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/08/28/33/252240/dimas-seto-sentilan-buat-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/08/28/33/252240/dimas-seto-sentilan-buat-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 28 Agustus 2009 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Tomi Tresnady</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/08/28/33/252240/GctU8aiuwF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dimas Seto (Foto:Yulianto/Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/08/28/33/252240/GctU8aiuwF.jpg</image><title>Dimas Seto (Foto:Yulianto/Koran SI)</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Tindakan Malaysia mengklaim tari Pendet dan kebudayaan Indonesia lainnya dianggap Dimas Seto sebagai sebuah sentilan bagi rakyat negeri ini.  &amp;quot;Ini bukan pertama kalinya. Kalau ada seperti ini, masing-masing saling menyalahkan. Seluruh masyarakat Indonesia tersentil, ini sentilan untuk kita juga,&amp;quot; kata Dimas di rumah Adrie Subono, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2009) malam.  Bintang film ini memetik sisi positif dari pengakuan kebudayaan Indonesia oleh Malaysia.  &amp;quot;Mudah-mudahan dengan kejadian seperti ini, kita lebih mencintai kebudayaan kita sendiri. Contohnya pariwisata. Buat apa ke luar negeri? Kebudayaan kita banyak yang belum kita kunjungi. Dengan mencintai kebudayaan kita, mereka jadi dua kali berpikir untuk merebutnya,&amp;quot; jelas Dimas.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }       /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    JAKARTA - Tindakan Malaysia mengklaim tari Pendet dan kebudayaan Indonesia lainnya dianggap Dimas Seto sebagai sebuah sentilan bagi rakyat negeri ini.  &amp;quot;Ini bukan pertama kalinya. Kalau ada seperti ini, masing-masing saling menyalahkan. Seluruh masyarakat Indonesia tersentil, ini sentilan untuk kita juga,&amp;quot; kata Dimas di rumah Adrie Subono, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2009) malam.  Bintang film ini memetik sisi positif dari pengakuan kebudayaan Indonesia oleh Malaysia.  &amp;quot;Mudah-mudahan dengan kejadian seperti ini, kita lebih mencintai kebudayaan kita sendiri. Contohnya pariwisata. Buat apa ke luar negeri? Kebudayaan kita banyak yang belum kita kunjungi. Dengan mencintai kebudayaan kita, mereka jadi dua kali berpikir untuk merebutnya,&amp;quot; jelas Dimas.    </content:encoded></item></channel></rss>
