<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI Laporkan Film Dewi Persik ke Menteri Kebudayaan</title><description>Adegan panas Dewi Persik dalam film Paku Kuntilanak menuai protes dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mereka pun melaporkan film tersebut ke Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik hari ini.  </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/08/06/33/245695/mui-laporkan-film-dewi-persik-ke-menteri-kebudayaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/08/06/33/245695/mui-laporkan-film-dewi-persik-ke-menteri-kebudayaan"/><item><title>MUI Laporkan Film Dewi Persik ke Menteri Kebudayaan</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/08/06/33/245695/mui-laporkan-film-dewi-persik-ke-menteri-kebudayaan</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/08/06/33/245695/mui-laporkan-film-dewi-persik-ke-menteri-kebudayaan</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2009 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/08/06/33/245695/bWS0m6qvsI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: capture go spot)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/08/06/33/245695/bWS0m6qvsI.jpg</image><title>(foto: capture go spot)</title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Adegan panas Dewi Persik dalam film Paku Kuntilanak menuai protes dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mereka pun melaporkan film tersebut ke Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik hari ini.  Laporan tersebut tertuang dalam surat MUI bernomor B-287/MUI/VIII/2009, yang dikirimkan ke Menbudpar, Kamis (6/8/2009).Ketua MUI Drs H Amidan mengungkapkan, MUI melaporkan adegan panas Dewi Persik dengan lawan mainnya, Keith Foo. Selain itu, ada juga Heather Storm yang banyak melakukan adegan ranjang.   Dalam beberapa adegannya, dia memperlihatkan bagian tubuh yang hanya berbalut celana dalam saja.  Amidan mengaku, MUI menerima pengaduan dari masyarakat yang menonton di berbagai bioskop. Film ini dilaporkan sarat dengan pornografi dan vulgar. Atas dasar itu, MUI kemudian menugaskan Ketua Komisi dan Informasi Said Mugiri untuk melihat tayangan tersebut.  &amp;quot;Ternyata film tersebut sarat pornografi, bertentangan dengan UU perfilm dan pornografi. Karena itu, kami mengirimkan ke menteri, karena ini mendekati bulan suci Ramadan,&amp;quot; pungkasnya.</description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Adegan panas Dewi Persik dalam film Paku Kuntilanak menuai protes dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mereka pun melaporkan film tersebut ke Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik hari ini.  Laporan tersebut tertuang dalam surat MUI bernomor B-287/MUI/VIII/2009, yang dikirimkan ke Menbudpar, Kamis (6/8/2009).Ketua MUI Drs H Amidan mengungkapkan, MUI melaporkan adegan panas Dewi Persik dengan lawan mainnya, Keith Foo. Selain itu, ada juga Heather Storm yang banyak melakukan adegan ranjang.   Dalam beberapa adegannya, dia memperlihatkan bagian tubuh yang hanya berbalut celana dalam saja.  Amidan mengaku, MUI menerima pengaduan dari masyarakat yang menonton di berbagai bioskop. Film ini dilaporkan sarat dengan pornografi dan vulgar. Atas dasar itu, MUI kemudian menugaskan Ketua Komisi dan Informasi Said Mugiri untuk melihat tayangan tersebut.  &amp;quot;Ternyata film tersebut sarat pornografi, bertentangan dengan UU perfilm dan pornografi. Karena itu, kami mengirimkan ke menteri, karena ini mendekati bulan suci Ramadan,&amp;quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
