<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>The Dance Company Tidak Mau Adakan Road Show</title><description>Meskipun sudah memiliki nama dan sering tampil di berbagai even, namun The Dance Company perlu berpikir lebih panjang jika ada tawaran agar band ini melakukan road show atau tour ke berbagai kota.  </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/25/205/241990/the-dance-company-tidak-mau-adakan-road-show</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/25/205/241990/the-dance-company-tidak-mau-adakan-road-show"/><item><title>The Dance Company Tidak Mau Adakan Road Show</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/25/205/241990/the-dance-company-tidak-mau-adakan-road-show</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/25/205/241990/the-dance-company-tidak-mau-adakan-road-show</guid><pubDate>Minggu 26 Juli 2009 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Johan Sompotan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/07/25/205/241990/GzSLFdzBA8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: Prasetyo/okezone).</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/07/25/205/241990/GzSLFdzBA8.jpg</image><title>(foto: Prasetyo/okezone).</title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Meskipun sudah memiliki nama dan sering tampil di berbagai even, namun The Dance Company perlu berpikir lebih panjang jika ada tawaran agar band ini melakukan road show atau tour ke berbagai kota.  &amp;quot;Kalau tour, kita berpikir dua kali lipat,&amp;quot; ujar Pongky, salah satu personel saat ditemui usai manggung di FX, Jakarta, Sabtu (25/7/2009).  Pongky berharap band yang didirikannya bersama Nugie, Aryo Wahab, dan Baim tidak melakukan road show. &amp;quot;Kalau bisa jangan. Karena kan kita bentuk band Companye hanya untuk senang-senang saja,&amp;quot; ujarnya.  Karenanya, mereka pun memasang harga mahal untuk sekali manggung, yaitu Rp50 juta. &amp;quot;Kita enggak gampang manggung untuk yang sembarangan,&amp;quot; tegasnya.  Â     </description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Meskipun sudah memiliki nama dan sering tampil di berbagai even, namun The Dance Company perlu berpikir lebih panjang jika ada tawaran agar band ini melakukan road show atau tour ke berbagai kota.  &amp;quot;Kalau tour, kita berpikir dua kali lipat,&amp;quot; ujar Pongky, salah satu personel saat ditemui usai manggung di FX, Jakarta, Sabtu (25/7/2009).  Pongky berharap band yang didirikannya bersama Nugie, Aryo Wahab, dan Baim tidak melakukan road show. &amp;quot;Kalau bisa jangan. Karena kan kita bentuk band Companye hanya untuk senang-senang saja,&amp;quot; ujarnya.  Karenanya, mereka pun memasang harga mahal untuk sekali manggung, yaitu Rp50 juta. &amp;quot;Kita enggak gampang manggung untuk yang sembarangan,&amp;quot; tegasnya.  Â     </content:encoded></item></channel></rss>
