<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alami Pelecehan Seksual, Eks Pembantu Laporkan Ibunda Manohara</title><description>Kasus penganiayaan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan ibunda Manohara, Daisy Fajarina kepada pembantunya Shaliha Lanti, tahun 2007 lalu di Prancis, terus berlanjut.  </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/23/33/241283/alami-pelecehan-seksual-eks-pembantu-laporkan-ibunda-manohara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/23/33/241283/alami-pelecehan-seksual-eks-pembantu-laporkan-ibunda-manohara"/><item><title>Alami Pelecehan Seksual, Eks Pembantu Laporkan Ibunda Manohara</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/23/33/241283/alami-pelecehan-seksual-eks-pembantu-laporkan-ibunda-manohara</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/23/33/241283/alami-pelecehan-seksual-eks-pembantu-laporkan-ibunda-manohara</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2009 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/07/23/33/241283/9jr91h5DAa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: Eko Purwanto/koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/07/23/33/241283/9jr91h5DAa.jpg</image><title>(foto: Eko Purwanto/koran SI)</title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Kasus penganiayaan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan ibunda Manohara, Daisy Fajarina kepada pembantunya Shaliha Lanti, tahun 2007 lalu di Prancis, terus berlanjut.  Kali ini, Shaliha mendatangi Bareskrim Mabes Polri, untuk melaporkan peristiwa yang sudah disidangkan di Prancis itu ke Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (23/7/2009).  Didampingi kuasa hukumnya, Frederick, Shaliha datang sekira pukul 10.50 WIB dan langsung masuk ke Gedung Bareskrim Mabes Polri. &amp;quot;Kami melaporkan ibu Daisy ke Bareskrim atas tindakan penganiayaan tahun 2007 di Prancis,&amp;quot; katanya.  Dia mengaku baru melaporkan hal ini, karena kasus ini belum lama diputuskan di pengadilan Prancis.  Sebelumnya, pengadilan Prancis memutuskan Reiner Pinot Noach dan Daisy Fajarina masing-masing 4 bulan dan 18 bulan penjara, atas kasus penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap Shaliha Lanti. Namun, Daisy tidak sempat dieksekusi karena diduga kabur ke Indonesia.    </description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}    JAKARTA - Kasus penganiayaan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan ibunda Manohara, Daisy Fajarina kepada pembantunya Shaliha Lanti, tahun 2007 lalu di Prancis, terus berlanjut.  Kali ini, Shaliha mendatangi Bareskrim Mabes Polri, untuk melaporkan peristiwa yang sudah disidangkan di Prancis itu ke Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (23/7/2009).  Didampingi kuasa hukumnya, Frederick, Shaliha datang sekira pukul 10.50 WIB dan langsung masuk ke Gedung Bareskrim Mabes Polri. &amp;quot;Kami melaporkan ibu Daisy ke Bareskrim atas tindakan penganiayaan tahun 2007 di Prancis,&amp;quot; katanya.  Dia mengaku baru melaporkan hal ini, karena kasus ini belum lama diputuskan di pengadilan Prancis.  Sebelumnya, pengadilan Prancis memutuskan Reiner Pinot Noach dan Daisy Fajarina masing-masing 4 bulan dan 18 bulan penjara, atas kasus penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap Shaliha Lanti. Namun, Daisy tidak sempat dieksekusi karena diduga kabur ke Indonesia.    </content:encoded></item></channel></rss>
