<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Tepis Dugaan Pembunuhan Michael Jackson</title><description>Tuntutan pembunuhan atas kematian Michael Jackson sepertinya tidak akan terjadi. Pasalnya, tidak ada bukti yang mengarah ke sana.  </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/21/33/240571/polisi-tepis-dugaan-pembunuhan-michael-jackson</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/21/33/240571/polisi-tepis-dugaan-pembunuhan-michael-jackson"/><item><title>Polisi Tepis Dugaan Pembunuhan Michael Jackson</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/21/33/240571/polisi-tepis-dugaan-pembunuhan-michael-jackson</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/07/21/33/240571/polisi-tepis-dugaan-pembunuhan-michael-jackson</guid><pubDate>Selasa 21 Juli 2009 12:27 WIB</pubDate><dc:creator>Syukri Rahmatullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/07/21/33/240571/GqqDpMrVQJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/07/21/33/240571/GqqDpMrVQJ.jpg</image><title>(foto: reuters)</title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}  LOS ANGELES - Tuntutan pembunuhan atas kematian Michael Jackson sepertinya tidak akan terjadi. Pasalnya, tidak ada bukti yang mengarah ke sana.  Hal tersebut diungkapkan pejabat penegak hukum setempat sebagaimana dikutip okezone dari The Sun, Selasa (21/7/2009).  Meski begitu, dugaan pembunuhan tanpa sengaja bisa saja dibawa ke pengadilan. Karena, ada bukti yang menunjukkan bahwa kematian Jacko disebabkan obat bius Propofol, yang ditemukan di rumahnya.  Petugas yang biasa melakukan investigasi menegaskan bahwa tidak ada yang bisa dia katakana bahwa ini adalah sebuah pembunuhan disengaja. &amp;quot;Itu sangat tipis (buktinya),&amp;quot; katanya.  &amp;quot;Di sana ada gangguan urat syaraf,&amp;quot; ujarnya.  Petugas juga membantah adanya dugaan upaya bunuh diri yang dilakukan Jacko.Â  Sekedar diketahui, Dr Conrad Murray merupakan pria terakhir yang melihat Jacko masih hidup.     </description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}  LOS ANGELES - Tuntutan pembunuhan atas kematian Michael Jackson sepertinya tidak akan terjadi. Pasalnya, tidak ada bukti yang mengarah ke sana.  Hal tersebut diungkapkan pejabat penegak hukum setempat sebagaimana dikutip okezone dari The Sun, Selasa (21/7/2009).  Meski begitu, dugaan pembunuhan tanpa sengaja bisa saja dibawa ke pengadilan. Karena, ada bukti yang menunjukkan bahwa kematian Jacko disebabkan obat bius Propofol, yang ditemukan di rumahnya.  Petugas yang biasa melakukan investigasi menegaskan bahwa tidak ada yang bisa dia katakana bahwa ini adalah sebuah pembunuhan disengaja. &amp;quot;Itu sangat tipis (buktinya),&amp;quot; katanya.  &amp;quot;Di sana ada gangguan urat syaraf,&amp;quot; ujarnya.  Petugas juga membantah adanya dugaan upaya bunuh diri yang dilakukan Jacko.Â  Sekedar diketahui, Dr Conrad Murray merupakan pria terakhir yang melihat Jacko masih hidup.     </content:encoded></item></channel></rss>
