<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bidadari dari Jakarta, Sensual Tapi Tidak Vulgar</title><description>Film yang menceritakan mengenai human trafiking kembali dimunculkan di layar lebar. Kali ini film Bidadari dari Jakarta besutan sutradara Nanang Istiabudi yang mengangkat kisah itu.  </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/05/15/206/220184/bidadari-dari-jakarta-sensual-tapi-tidak-vulgar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2009/05/15/206/220184/bidadari-dari-jakarta-sensual-tapi-tidak-vulgar"/><item><title>Bidadari dari Jakarta, Sensual Tapi Tidak Vulgar</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2009/05/15/206/220184/bidadari-dari-jakarta-sensual-tapi-tidak-vulgar</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2009/05/15/206/220184/bidadari-dari-jakarta-sensual-tapi-tidak-vulgar</guid><pubDate>Sabtu 16 Mei 2009 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Elang Riki Yanuar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/05/15/206/220184/ciTTPctUxV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">pemeran Bidadari dari Jakarta.(Foto: Elang Riki Yanuar/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/05/15/206/220184/ciTTPctUxV.jpg</image><title>pemeran Bidadari dari Jakarta.(Foto: Elang Riki Yanuar/okezone)</title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}   JAKARTA - Film yang menceritakan mengenai human trafiking kembali dimunculkan di layar lebar. Kali ini film Bidadari dari Jakarta besutan sutradara Nanang Istiabudi yang mengangkat kisah itu.  Nanang yang selama ini menyutradarai film horor mengaku akan mencoba hal yang baru dengan film ini. &amp;quot;Sensual tapi tidak vulgar. Yang jelas film ini sangar dark,&amp;quot; ungkap Nanang di sela syuting perdana film Bidadari dari Jakarta di Jalan Swadaya Raya, Jakarta, Jumat (15/5/2009).  Menurutnya tema mengenai human trafiking memang menarik, pasalnya Indonesia merupakan negara nomor satu di Asia dan nomor tiga di dunia yang paling banyak memperdagangkan orang di bawah umur.  &amp;quot;Ini tentu saja hal yang miris. Makanya bagus untuk diangkat. Semoga saja film ini mendapatkan respon dari peemerintah kita yang baru nanti,&amp;quot; jelasnya.  Selain itu, dia berharap dengan adanya film ini, anak-anak muda tidak teerjerumus dengan melakukan hal yang sama yang ada di dalam film seperti drugs dan seks bebas. &amp;quot;Misi film ini sangat kuat dan tidak ada kemunafikan dalam film ini,&amp;quot; pungkasnya.  Dalam film ini, Poppy Bunga yang berperan sebagai Ulin dibawa ke kota dari kampunya untuk dijanjikan pekerjaan. Namun, bukannya mendapatkan pekerjaan, Ulin malah dijadikan seorang wanita pekerja seks komersial.      </description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}   JAKARTA - Film yang menceritakan mengenai human trafiking kembali dimunculkan di layar lebar. Kali ini film Bidadari dari Jakarta besutan sutradara Nanang Istiabudi yang mengangkat kisah itu.  Nanang yang selama ini menyutradarai film horor mengaku akan mencoba hal yang baru dengan film ini. &amp;quot;Sensual tapi tidak vulgar. Yang jelas film ini sangar dark,&amp;quot; ungkap Nanang di sela syuting perdana film Bidadari dari Jakarta di Jalan Swadaya Raya, Jakarta, Jumat (15/5/2009).  Menurutnya tema mengenai human trafiking memang menarik, pasalnya Indonesia merupakan negara nomor satu di Asia dan nomor tiga di dunia yang paling banyak memperdagangkan orang di bawah umur.  &amp;quot;Ini tentu saja hal yang miris. Makanya bagus untuk diangkat. Semoga saja film ini mendapatkan respon dari peemerintah kita yang baru nanti,&amp;quot; jelasnya.  Selain itu, dia berharap dengan adanya film ini, anak-anak muda tidak teerjerumus dengan melakukan hal yang sama yang ada di dalam film seperti drugs dan seks bebas. &amp;quot;Misi film ini sangat kuat dan tidak ada kemunafikan dalam film ini,&amp;quot; pungkasnya.  Dalam film ini, Poppy Bunga yang berperan sebagai Ulin dibawa ke kota dari kampunya untuk dijanjikan pekerjaan. Namun, bukannya mendapatkan pekerjaan, Ulin malah dijadikan seorang wanita pekerja seks komersial.      </content:encoded></item></channel></rss>
