<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dian Nitami, Lebaran Repot Cuci Baju</title><description>Pembantu mudik di hari Lebaran menjadi masalah bagi sebagian besar orang. Termasuk Dian Nitami. Dia kerepotan mencuci baju dan piring.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2008/09/29/33/150332/dian-nitami-lebaran-repot-cuci-baju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2008/09/29/33/150332/dian-nitami-lebaran-repot-cuci-baju"/><item><title>Dian Nitami, Lebaran Repot Cuci Baju</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2008/09/29/33/150332/dian-nitami-lebaran-repot-cuci-baju</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2008/09/29/33/150332/dian-nitami-lebaran-repot-cuci-baju</guid><pubDate>Kamis 02 Oktober 2008 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Hartono Kamaruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/09/29/33/150332/CbcldUSsNM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dian Nitami (Foto:MS Fahmi/Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/09/29/33/150332/CbcldUSsNM.jpg</image><title>Dian Nitami (Foto:MS Fahmi/Sindo)</title></images><description>  JAKARTA - Pembantu mudik di hari Lebaran menjadi masalah bagi sebagian besar orang. Termasuk Dian Nitami. Dia kerepotan mencuci baju dan piring.  &amp;quot;Lebaran pembantu mudik. Sekarang saya menjadi orang mandiri lagi. Ini ajang untuk menghargai mereka. Biasanya mereka sering dimarahi. Nggak apa-apa ditinggal, sudah biasa,&amp;quot; ucap Dian di Pasaraya Grande, Blok M, Jakarta Selatan, belum lama ini.  Beruntung, tahun ini anak-anak Dian dan Anjasmara sudah beranjak besar. Anak-anak mulai bisa membantu.  &amp;quot;Anak saya sudah mulai besar-besar, jadi nggak terlalu repot. Yang repot cuma cuci piring dan cuci baju,&amp;quot; keluhnya.   Dian menjelaskan, pada malam takbiran keluarganya mudik ke Bandung, menengok orangtua.  &amp;quot;Sore hari Lebaran pertama kita sudah kembali ke Jakarta. Uniknya, Lebaran kita bagi-bagi duit dan selalu makan ketupat,&amp;quot; tandasnya.</description><content:encoded>  JAKARTA - Pembantu mudik di hari Lebaran menjadi masalah bagi sebagian besar orang. Termasuk Dian Nitami. Dia kerepotan mencuci baju dan piring.  &amp;quot;Lebaran pembantu mudik. Sekarang saya menjadi orang mandiri lagi. Ini ajang untuk menghargai mereka. Biasanya mereka sering dimarahi. Nggak apa-apa ditinggal, sudah biasa,&amp;quot; ucap Dian di Pasaraya Grande, Blok M, Jakarta Selatan, belum lama ini.  Beruntung, tahun ini anak-anak Dian dan Anjasmara sudah beranjak besar. Anak-anak mulai bisa membantu.  &amp;quot;Anak saya sudah mulai besar-besar, jadi nggak terlalu repot. Yang repot cuma cuci piring dan cuci baju,&amp;quot; keluhnya.   Dian menjelaskan, pada malam takbiran keluarganya mudik ke Bandung, menengok orangtua.  &amp;quot;Sore hari Lebaran pertama kita sudah kembali ke Jakarta. Uniknya, Lebaran kita bagi-bagi duit dan selalu makan ketupat,&amp;quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
