<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saat Soeharto Presiden, Nia Daniati Berani Keluar Malam</title><description>Wafatnya mantan presiden Soeharto membuat Nia Daniati merasa kehilangan. Nia masih ingat, waktu Soeharto masih menjadi presiden, dia berani keluar malam hari. </description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2008/01/27/33/78528/saat-soeharto-presiden-nia-daniati-berani-keluar-malam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2008/01/27/33/78528/saat-soeharto-presiden-nia-daniati-berani-keluar-malam"/><item><title>Saat Soeharto Presiden, Nia Daniati Berani Keluar Malam</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2008/01/27/33/78528/saat-soeharto-presiden-nia-daniati-berani-keluar-malam</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2008/01/27/33/78528/saat-soeharto-presiden-nia-daniati-berani-keluar-malam</guid><pubDate>Minggu 27 Januari 2008 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Finalia Kodrati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/01/27/33/78528/yg5cYQVym0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nia Daniati &amp; Farhat Abbas (Foto:Arie Yudhistira/Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/01/27/33/78528/yg5cYQVym0.jpg</image><title>Nia Daniati &amp; Farhat Abbas (Foto:Arie Yudhistira/Sindo)</title></images><description>  JAKARTA - Wafatnya mantan presiden Soeharto membuat Nia Daniati merasa kehilangan. Nia masih ingat, waktu Soeharto masih menjadi presiden, dia berani keluar malam hari.  &amp;quot;Sosok Pak Harto sangat berwibawa dan bijaksana. Saya paling ingat, selama kepemimpinannya saya merasa aman. Mau keluar malam tidak ada masalah karena tingkat kriminalitas tidak tinggi,&amp;quot; tutur Nia didampingi suami, Farhat Abbas, di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2008).  Nia cukup dekat dengan keluarga Cendana karena saat era Orde Baru, penyanyi sendu itu sering diundang mengisi acara yang dihelat Cendana.  &amp;quot;Saya lumayan dekat dengan keluarga Cendana karena sering mendapat undangan untuk menyanyi untuk mengisi acara keluarga Cendana. Segala sesuatu yang berhubungan dengan keluarga Cendana, saya pasti diundang,&amp;quot; ungkapnya.  Lantaran dekat dengan Cendana, Nia punya kesan tersendiri. Baginya, keluarga bekas penguasa Orde Baru itu merupakan keluarga low profile.  &amp;quot;Makanya, saya kaget dan sedih banget. Saya sempat tidak percaya mendengar kabar tersebut. Saya dikabari Pak Harto meninggal jam 13.30 WIB. Saya langsung ke RSPP bersama mas Farhat. Kalau ke Solo, saya belum tahu. Bergantung sama suami. Jika diizinkan, saya pasti berangkat,&amp;quot; pungkasnya.</description><content:encoded>  JAKARTA - Wafatnya mantan presiden Soeharto membuat Nia Daniati merasa kehilangan. Nia masih ingat, waktu Soeharto masih menjadi presiden, dia berani keluar malam hari.  &amp;quot;Sosok Pak Harto sangat berwibawa dan bijaksana. Saya paling ingat, selama kepemimpinannya saya merasa aman. Mau keluar malam tidak ada masalah karena tingkat kriminalitas tidak tinggi,&amp;quot; tutur Nia didampingi suami, Farhat Abbas, di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2008).  Nia cukup dekat dengan keluarga Cendana karena saat era Orde Baru, penyanyi sendu itu sering diundang mengisi acara yang dihelat Cendana.  &amp;quot;Saya lumayan dekat dengan keluarga Cendana karena sering mendapat undangan untuk menyanyi untuk mengisi acara keluarga Cendana. Segala sesuatu yang berhubungan dengan keluarga Cendana, saya pasti diundang,&amp;quot; ungkapnya.  Lantaran dekat dengan Cendana, Nia punya kesan tersendiri. Baginya, keluarga bekas penguasa Orde Baru itu merupakan keluarga low profile.  &amp;quot;Makanya, saya kaget dan sedih banget. Saya sempat tidak percaya mendengar kabar tersebut. Saya dikabari Pak Harto meninggal jam 13.30 WIB. Saya langsung ke RSPP bersama mas Farhat. Kalau ke Solo, saya belum tahu. Bergantung sama suami. Jika diizinkan, saya pasti berangkat,&amp;quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
