JAKARTA - Setelah berjalan alot, kongres Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) berakhir. Gatot Brajamusti terpilih sebagai ketua Parfi yang baru menggantikan Yenny Rachman.
Pria yang akrab disapa Aa Gatot itu menang mutlak dari calon ketua lain seperti Sultan Saladin dan Ki Kusumo dalam kongres yang berlangsung hingga Jumat, (20/5/2011) dinihari, di Hotel Grand Sahid, Jakarta.
Dari total 398 suara yang diperebutkan, Aa Gatot meraih suara terbanyak dengan 372 suara. Sedangkan calon lain, Sultan Saladin mendapat 18 suara, disusul Ki Kusumo yang hanya meraih 8 suara.
Ketika dinyatakan sebagai ketua Parfi periode 2011-2015, pendukung Aa Gatot langsung menyambut gembira kemenangan calon yang mereka usung.
Tak banyak kata yang diucapkan Aa Gatot saat memberikan pidato kemenangan. Pria yang juga dikenal sebagai paranormal dan guru spiritual artis itu meminta kepada siapapun yang menang supaya jangan sombong dan yang kalah harus lapang dada menerima kekalahan.
"Saya tidak bisa menang tanpa ada orang yang membantu, keluarga saya, panitia sehingga saya bisa ada di sini. Saya bangga bisa bersama kalian. Parfi adalah hutan belantara dan besok akan kita jadikan gedung bertingkat. Jadilah artis bermartabat," seru Aa Gatot dari atas podium kongres.
Sebelumnya, pencalonan Aa Gatot sempat menuai protes karena dianggap tidak memenuhi syarat. Salah satu syarat yang tidak bisa dipenuhi Aa Gatot adalah ketua Parfi minimal bermain film tiga kali sebagai pemeran utama.
Perdebatan itu bahkan memicu aksi adu jotos di arena kongres. Dua anggota Parfi, Al Mosaf dan seorang perwakilan Parfi dari Batam, mengaku dipukuli petugas keamanan kongres.
Keributan dipicu ketika Mosaf menanyakan keabsahan keanggotaan Gatot Brajamusti. Menurutnya, Aa Gatot tidak layak karena telah memalsukan dokumen sebagai persyaratan calon ketua Parfi.
(rik)