JAKARTA - Siapakah Eva Green? Ya, dia adalah aktris Prancis yang dikenal sebagai model fesyen ternama. Bermain dalam Camelot, meski mau tampil hot, namun Eva malu saat keluarga menonton filmnya.
Eva Green adalah aktris Prancis yang juga dikenal sebagai model fesyen ternama seperti Emporio Armani, Lancome, Christian Dior, dan banyak lagi.
Sebagai Morgan le Fay, Eva memerankan karakter antagonis sebagai saudara tiri dari Raja Baru King Arthur, putra King Uther, yang tewas diracun Morgan. Mendapat peran tersebut, Eva mengaku justru sangat menikmatinya.
“Saya sudah lama ingin memerankan karakter antagonis” ungkapnya mantap, seperti dikutip dalam rilis resmi AXN.
Morgan sendiri dilengkapi dengan kemampuan supranatural dan magis, khususnya dalam menghadapi musuh bebuyutannya, Merlin (Joseph Fiennes) yang menjadi tokoh sentral, selain Arthur (Jamie Campbell Bower).
Morgan bisa berubah bentuk menjadi sosok lain, sama halnya seperti yang dia lakukan saat masuk dalam pesta dan meracuni King Uther. Bahkan, Morgan tak segan menggunakan sensualitasnya demi mendapatkan kekuasaan.
“Morgan bukan tokoh yang kejam kok. Dia hanya merasa sebagai orang yang tepat untuk mendapatkan mahkota pimpinan. Tapi karena dia perempuan, dia seolah ditolak. Karena itu, dia akan mencoba berbagai cara untuk mendapatkannya”, kata Eva menjelaskan karakternya.
Berbeda dengan kisah Camelot yang pernah ada, Miniseri Camelot akan lebih banyak menceritakan tentang permusuhan Morgan dan Merlin. Morgan sangat membenci Merlin, karena membawa Arthur mempimpin kerajaan.
“Tapi Morgan tetap mengaguminya, bahkan sering menggoda seperti Tom dan Jerry”, tambahnya.
Dalam 10 episodenya, Miniseri Camelot akan menguraikan kisah berbeda yang sarat dengan nuansa drama, kisah percintaan, pertempuran pedang, kekuatan magis, dan komedi yang dijamin akan memikat Anda. Tak ketinggalan, sejumlah adegan panas juga tersaji dalam jalan cerita.
“Jangan bayangkan cerita kerajaan yang membosankan, karena Camelot ini akan menghadirkan tontonan yang segar dengan bintang-bintang muda yang dinamis, didukung oleh indahnya pengambilan gambar yang modern,” kata Eva, yang mengaku tak keberatan beradegan panas di tengah tuntutan profesionalitas, namun tetap merasa malu saat keluarganya menontonnya.
(nov)