JAKARTA - Jane Shalimar repot dengan urusan hukum yang dihadapinya. Dia mengaku ingin hidup tenang dan damai.
“Namaku sudah hancur lebur. Sudah rusak, gara-gara menghadapi orang seperti ini. Aku ingin hidup tenang dan damai sentosa,” papar Jane ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/9/2010).
Kuasa hukum Jane, M Burhanuddin SH menambahkan sejak awal tidak ada upaya kekeluargaan. Jika itu sudah diupayakan sejak awal, mungkin tidak akan berlanjut ke meja hijau.
“Karena enggak ada, makanya kan hakim bilang P21. Jadi diterusin saja, biar ketahuan siapa yang benar dan siapa yang salah,” imbuhnya.
Jane menambahkan sebelumnya memang ditawari untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi yang datangnya bukan sopir bernama Mislam, malah mantan suami dan keluarganya.
"Kemarin sempat ditawarin untuk kekeluargaan, tapi aku berurusan dengan sopir. Kalau memang mau kekeluargaan, counter saya sama sopir itu donk, bukannya malah dengan mantan suami dan keluarganya segala macem,” protes Jane.
Jane memandang upaya penyelesaian secara kekeluargaan itu tampak aneh. “Makanya daripada menjerumuskan aku, mendingan diteruskan saja ke jalur hukum,” tekadnya.
(nov)