BEKASI- Ustaz Jefri Al Bukhori sudah lama menantikan konsep konser yang berisikan tausyiah. Karenanya, saat diajak untuk ikut dalam Mega Konser Ramadan Uje pun langsung menyetujuinya.
“Dari dulu nunggu banget konsep seperti ini. Konser yang ada tausyiahna. Temen-teman yang bernyanyi, sedangkan saya yang disuruh menjelaskan isi dari lagu mereka,” katanya, di Lapangan Pemkab Bekasi, Sukamahi, Cikarang, Jawa Barat.
Saat ditanya untuk menjelaskan mengenai band yang bernyanyi soal cinta, Uje mengaku tidak mempermasalahkannya. “Kan gak selamanya cinta itu ditujukan kepada manusia. Ada kalanya bisa ditujukan kepada Allah,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, Uje menjelaskan bahw Cinta sebenarnya bisa menimbulkan kasih sayang. “Tidak seperti yang berkembang saat ini, yaitu cinta yang berujung pada kasih syahwat. Syahwat itu artinya kalau mendesah gawat, kita menghindari perkara yang bersumber pada desahan-desahan,” jelasnya.
“Akal dan nafsu memang telah ditanamkan Allah pada diri kita. Itu adalah modal buat kita. Ketika hawa nafsu yang menguasai nanti akan timbul kerugian pada kita, begitupun sebaliknya ketika akal yang menguasai diri kita,” paparnya.
Uje mengaku menjalankan konsep dakwah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. “Kalau dakwah itu bagaimana kita bicara dengan bahasa kaummu. Jadi, kalau misalkan saya bicara atau berdakwah pada banci ya saya bicara dengan bahasa mereka. Kalau yang di depan saya anak muda, ya saya bicara sesuai dengan gaya mereka. Saya yakin sebengal-bengalnya mereka pasti ada imannya,” pungkasnya.
(uky)