JAKARTA - Di saat karirnya sebagai bintang tengah berada di atas puncak justru bintang film Nurul Arifin, lebih memilih fokus di dunia politik. Ada apa gerangan?
"Ini sebuah pilihan buat saya dan setelah saya amati betul, ternyata semua bersumber pada keputusan politik, dan segala seuatunya menjadi lebih baik tentunya melalui politik," tuturnya saat ditemui okezone di Sarinah, Sabtu (4/6/2009).
Sedikit membeberkan perjalannan karir politiknya istri Mayong S. Laksono ini pun menerangkan Kalau ingin mengubah sebuah paradigma harus lebih terjun pada politik. "Perjalanan karir politik saya cukup lama, dari tahun 1997 saat itu, saya sudah mengikuti berbagai kegiatan sebagai aktifis perempuan setelah itu saya baru tahu bahwa semuanya bersumber pada politik. Akhirnya saya memilih fokus berpolitik," ungkap lulusan Pasca Sarjana UI Jurusan Ilmu Politik ini.
Kenikmatan seperti apa yang di dapat Nurul dengan saat berpolitik? wanita 18 Juli 1966 ini pun menjelaskan politik mebuatnya bisa menuangkan ide-ide yang ia miliki. "Kita bisa mengusung ide-ide, baik strategi kampanye, kemudian juga komunikasi politik," papar anak ke 10 dari 11 bersaudara ini.
Belasan tahun berkecimpung di dunia politik tak menyurutkan kerinduan bintang film Hati yang Perawan pada dunia entertain hilang begitu saja. "Kalau ditanya rindu sama dunia entertain tentu saya masih rindu. Karena saya masih rindu dengan suasana entertain tapi tidak terjun langsung. Ya seperti suasana saat saya bertemu dengan teman-teman artis seperti Dedi Mizwar," lanjutnya.
Taatkala di tanya lebih menikmati kehidupan sebagai politikus atau bintang film, Nurul Arifin pun menjawab, "Sama sama enjoy, Cuma jenis enjoynya berbeda. Kalau terjun di dunia artis kita jadi hedonis dan punya proses berpikir yang berbeda pula.�
Berkarir di dunia politik membuat Nurul semakin pintar mengatur strategi yang tepat dan kini politik bukanlah barang baru lagi †Semua lewat transformasi 12 tahun, dan semenjak tahun 2003, buat saya dunia politik bukan barang baru lagi.� paparnya.
(ahm)