LOS ANGELES - Termasuk artis yang peduli dengan isu internasional, Angelina Jolie menjadi sutradara dalam film In the Land of Blood and Honey. Saat melakoni peran itu, Angelina Jolie harus meninggalkan Brad Pitt.
Meski berlinang airmata meninggalkan pasangan hidupnya, namun bintang film Salt itu senang melampiaskan kepeduliannya terhadap isu internasional di film tersebut.
"Saya menikmati waktuku saat menjadi artis. Itu pekerjaan yang menyenangkan, dan saya telah memiliki banyak pengalaman. Tapi hatiku selalu tertuju pada masalah-masalah internasional, dan saya sangat tertarik dengan hal ini," kata Jolie.
"Jadi ketika saya bisa menggabungkannya menjadi satu, saya merasa seperti sedang berevolusi," sambungnya kepada majalah Ok!.
Bintang berusia 36 tahun itu mengaku tak takut dengan penilaian orang terhadap filmnya. Pasalnya, bisa mewujudkan impian sebagai sutradara telah membuatnya puas.
"Mungkin orang akan memberi penilaian buruk terhadap film itu karena aku yang membuatnya. Tapi kurasa saya tak akan bisa membuatnya kecuali mempunyai karir cemerlang di dunia film," tandasnya.
In the Land of Blood and Honey menceritakan seorang prajurit Serbia yang jatuh cinta pada tawanannya sendiri, yaitu seorang gadis muslim asal Bosnia.
Angelina juga bertindak sebagai penulis naskah dan produser dalam film yang mendapatkan nominasi Golden Globe Awards 2012 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik itu.
(nsa)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri