LOS ANGELES - Pada sidang terdakwa pembunuh Michael Jackson, Dr Conrad Murray, juri di Pengadilan Tinggi Los Angeles menunjukkan bukti dari obat yang ditemukan di rumah Michael Jackson. Namun, keterangan saksi ahli membantah dugaan Jacko tewas karena propofol.
Pihak berwenang berpendapat, kombinasi obat-obatan, termasuk obat penenang propofol dan estetika lainnya diduga digunakan untuk membunuh Jacko setelah Murray memberikannya.
Namun, berdasarkan hasil sidang pengadilan 20 Oktober, Michael Jackson tidak bisa meninggal karena minum obat-obat bius tersebut. Ahli obat-obatan Dr Steven Shafer melakukan uji coba dengan propofol, dan mengatakan kesempatan yang mematikan jika dikonsumsi secara oral itu tidak bisa.
Dokter Jacko Conrad Murray (58), dituduh memberikan dosis berlebih obat-obatan penenang propofol yang membunuh penyanyi pop legendaris tersebut pada Juni 2009. Obat-obatan tersebut digunakan Conrad untuk mengobati King of Pop dari penyakit insomnia kronis.
Dr Shafer mengatakan, di ruang sidang di Los Angeles yang juga dihadiri orangtua Jacko, Joe dan Katherine, bahwa sekira 99 persen propofol tidak bisa mencapai aliran darah jika tertelan.
"Propofol tidak berpengaruh terhadap fungsi hati. Obat ini juga sangat sulit untuk bisa tertelan," kata Dr Shafer dalam persidangan yang dikutip The Sun, Jumat (21/10/2011).
Hal ini turut diyakini Dr Murray. Jaksa David Walgren bertanya kepada Dr Shafer, apakah dia telah membaca laporan yang menunjukkan Jacko minum propofol.
"Tidak mungkin (propofol) yang membunuhnya," paparnya.
Dr Murray kini menghadapi tuntutan hingga empat tahun penjara dan bakal kehilangan lisensi medis jika terbukti bersalah. Namun, Dr Murray bersikeras menyangkal tuntutan tersebut.
(nsa)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri